Kemenbud Luncurkan BUDAYA GO! Dorong Inovasi Digital untuk Masa Depan Budaya Indonesia
Tim langit 7
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 13:05 WIB
Kemenbud Luncurkan BUDAYA GO! Dorong Inovasi Digital untuk Masa Depan Budaya Indonesia
LANGIT7.ID–Jakarta;Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Pengembangan Budaya Digital, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, secara resmi meluncurkan program BUDAYA GO! Kompetisi Inovasi Digital Budaya Indonesia dengan tema besar Membuka Masa Depan Budaya Indonesia di Plaza Insan Berprestasi, Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Inisiatif ini dirancang sebagai ruang inovasi digital yang memadukan gagasan, teknologi, dan nilai budaya guna melahirkan solusi yang relevan bagi masyarakat dan memperkuat pemajuan kebudayaan Indonesia.
Pada tahun perdananya, kompetisi ini membuka dua kategori, yakni kategori mahasiswa dan kategori profesional, yang terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia termasuk para kreator, pengembang aplikasi, pelaku budaya, komunitas teknologi, hingga profesional kreatif.
Menyampaikan sambutan melalui tayangan video, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti tantangan baru sektor kebudayaan di tengah era digital yang kian dinamis.
“Ruang budaya kini berpacu dengan tantangan relevansi. Di satu sisi, teknologi membuka peluang besar bagi pelestarian dan promosi budaya. Dengan inovasi dan adaptasi, warisan budaya kita dapat tetap relevan di tengah masyarakat digital,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/10/2025).
Menanggapi tantangan tersebut, pemajuan kebudayaan menjadi arah penting untuk memastikan upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan budaya berlangsung secara berkelanjutan. Melalui program BUDAYA GO!, Kementerian Kebudayaan menghadirkan wadah kolaboratif antara pelaku budaya dan pegiat digital guna melahirkan solusi inovatif dan aplikatif bagi pemajuan kebudayaan Indonesia.
Senada dengan Menbud Fadli Zon, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk mendorong pemajuan kebudayaan harus melibatkan berbagai bidang di luar sektor budaya, termasuk teknologi digital.
“Ada keterhubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Salah satu upaya untuk menghubungkannya adalah melalui teknologi, di samping nilai-nilai luhur yang kita miliki. Teknologi terus berkembang, sehingga kita harus terus memperbaruinya,” jelas Dirjen Mahendra.
Pada tahun perdananya, kompetisi ini membuka dua kategori, yakni kategori mahasiswa dan kategori profesional, yang terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia termasuk para kreator, pengembang aplikasi, pelaku budaya, komunitas teknologi, hingga profesional kreatif.
Menyampaikan sambutan melalui tayangan video, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti tantangan baru sektor kebudayaan di tengah era digital yang kian dinamis.
“Ruang budaya kini berpacu dengan tantangan relevansi. Di satu sisi, teknologi membuka peluang besar bagi pelestarian dan promosi budaya. Dengan inovasi dan adaptasi, warisan budaya kita dapat tetap relevan di tengah masyarakat digital,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/10/2025).
Menanggapi tantangan tersebut, pemajuan kebudayaan menjadi arah penting untuk memastikan upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan budaya berlangsung secara berkelanjutan. Melalui program BUDAYA GO!, Kementerian Kebudayaan menghadirkan wadah kolaboratif antara pelaku budaya dan pegiat digital guna melahirkan solusi inovatif dan aplikatif bagi pemajuan kebudayaan Indonesia.
Senada dengan Menbud Fadli Zon, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk mendorong pemajuan kebudayaan harus melibatkan berbagai bidang di luar sektor budaya, termasuk teknologi digital.
“Ada keterhubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Salah satu upaya untuk menghubungkannya adalah melalui teknologi, di samping nilai-nilai luhur yang kita miliki. Teknologi terus berkembang, sehingga kita harus terus memperbaruinya,” jelas Dirjen Mahendra.