home sports

Arah Baru Sepak Bola Indonesia Usai Era Shin Tae Yong dan Kluivert, Erick Thohir: Kita Harus Move On

Jum'at, 24 Oktober 2025 - 14:04 WIB
Arah Baru Sepak Bola Indonesia Usai Era Shin Tae Yong dan Kluivert, Erick Thohir: Kita Harus Move On
LANGIT7.ID–Jakarta; Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memastikan masa transisi besar sedang berlangsung di tubuh Timnas Indonesia setelah berakhirnya kerja sama dengan dua pelatih asing terakhir, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Ia menegaskan bahwa federasi kini fokus pada arah baru pembinaan jangka panjang, bukan pada wacana kembalinya pelatih lama.

“Kita harus bisa move on. Kalau kita sudah move on dari Patrick, ya sama halnya dengan Shin Tae-yong,” ujar Erick dalam keterangannya, Jumat (24/10/2025).

Pernyataan itu menandai babak baru sepak bola Indonesia, setelah upaya panjang Shin Tae-yong membawa Timnas lolos ke Piala Asia 2023 dan Piala Asia U-23 2024, serta Kluivert yang mencoba memperbaiki struktur teknis di berbagai level timnas. Erick mengakui perpisahan dengan Shin bukan keputusan yang ringan, sebab ia menilai pembangunan sistem kepelatihan membutuhkan waktu dan kesinambungan.

“Kalau performanya tidak sesuai harapan, ya harus diambil keputusan. Walaupun pribadi saya kurang setuju, karena membangun sistem kepelatihan itu tidak bisa instan,” jelasnya.

Menurut Erick, tantangan utama saat ini adalah bagaimana memastikan kesinambungan sistem kepelatihan dari level junior hingga senior. Ia menyebut koordinasi antar pelatih nasional sebelumnya belum berjalan ideal, meski sempat menunjukkan perbaikan di era Kluivert.

“Saat saya awal masuk PSSI, komunikasi antara Shin Tae-yong dan Indra Sjafri saja sulit. Keduanya punya pengalaman dan ego masing-masing. Baru di era Patrick sistemnya mulai tersusun, tapi karena hasilnya tidak sesuai, ya akhirnya berhenti juga,” ungkap Erick.

Federasi kini harus menghadapi kenyataan bahwa hampir seluruh kursi pelatih utama tim nasional sedang kosong. Erick tak menampik kondisi tersebut cukup membuatnya pusing, namun ia menilai ini momen penting untuk menyusun ulang arah pembinaan yang lebih sistematis.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya