Anwar Abbas Sebut IOC Munafik, Terapkan Standar Ganda terhadap Indonesia dan Israel
Tim langit 7
Senin, 27 Oktober 2025 - 09:26 WIB
Anwar Abbas Sebut IOC Munafik, Terapkan Standar Ganda terhadap Indonesia dan Israel
LANGIT7.ID–Jakarta; Wakil Ketua Umum MUI serta Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan, Anwar Abbas, menuding Komite Olimpiade Internasional (IOC) bersikap munafik dan menerapkan standar ganda dalam dunia olahraga global. Menurutnya, lembaga olahraga dunia itu selalu berbicara bahwa olahraga harus dijauhkan dari politik, tetapi pada praktiknya justru sangat politis dan condong pada kepentingan negara-negara Barat serta sekutunya, terutama Amerika Serikat.
Anwar menyebut kasus Rusia sebagai contoh paling gamblang. Saat konflik Rusia-Ukraina pecah, IOC mengambil langkah tegas dengan mendorong pelarangan atlet-atlet Rusia tampil di berbagai kejuaraan internasional, termasuk Olimpiade 2024, sementara FIFA juga melarang Rusia ikut kualifikasi Piala Dunia 2022.
Menurutnya, sikap keras itu dipuji dan didukung penuh oleh negara-negara Barat atas nama solidaritas terhadap Ukraina — namun standar itu tiba-tiba hilang dalam kasus lain yang bahkan lebih berat. “Dunia terutama negara-negara maju yang memiliki kedekatan politik dengan Amerika sering memperlihatkan standar ganda dalam berbagai hal termasuk dalam bidang olahraga,” kata Anwar Abbas.
Dia melanjutkan “Jadi IOC dalam hal ini telah memperlihatkan sikap munafiknya karena menerapkan standard ganda dan itu jelas-jelas bukan merupakan sebuah perbuatan terpuji.”
Baca juga:Buntut Penolakan Atlet Israel, IOC Larang Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade
Anwar menyoroti bahwa Israel sama sekali tidak mendapat sanksi serupa. Padahal, menurut dia, apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina jauh lebih parah dibanding apa yang dituduhkan kepada Rusia. Ia menegaskan Israel bukan hanya melakukan agresi militer, tetapi juga melakukan penjajahan berkepanjangan, pemaksaan pengusiran penduduk, hingga pembersihan etnis dan genosida terhadap rakyat Palestina. Dalam pandangannya, jika alasan IOC menghukum Rusia adalah karena invasi militer, maka konsistensi moral mengharuskan organisasi yang sama juga bertindak terhadap Israel.
Tak hanya itu, Anwar juga menyinggung invasi Amerika Serikat ke Irak dan Afghanistan. Ia menyebut bahwa ketika Washington melakukan operasi militer besar-besaran di dua negara tersebut, dunia olahraga internasional tidak pernah memberi sanksi berarti terhadap Amerika Serikat. Baginya, hal ini memperlihatkan bahwa ukuran benar dan salah di mata lembaga olahraga global kerap mengikuti kepentingan politik negara kuat.
Anwar menyebut kasus Rusia sebagai contoh paling gamblang. Saat konflik Rusia-Ukraina pecah, IOC mengambil langkah tegas dengan mendorong pelarangan atlet-atlet Rusia tampil di berbagai kejuaraan internasional, termasuk Olimpiade 2024, sementara FIFA juga melarang Rusia ikut kualifikasi Piala Dunia 2022.
Menurutnya, sikap keras itu dipuji dan didukung penuh oleh negara-negara Barat atas nama solidaritas terhadap Ukraina — namun standar itu tiba-tiba hilang dalam kasus lain yang bahkan lebih berat. “Dunia terutama negara-negara maju yang memiliki kedekatan politik dengan Amerika sering memperlihatkan standar ganda dalam berbagai hal termasuk dalam bidang olahraga,” kata Anwar Abbas.
Dia melanjutkan “Jadi IOC dalam hal ini telah memperlihatkan sikap munafiknya karena menerapkan standard ganda dan itu jelas-jelas bukan merupakan sebuah perbuatan terpuji.”
Baca juga:Buntut Penolakan Atlet Israel, IOC Larang Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade
Anwar menyoroti bahwa Israel sama sekali tidak mendapat sanksi serupa. Padahal, menurut dia, apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina jauh lebih parah dibanding apa yang dituduhkan kepada Rusia. Ia menegaskan Israel bukan hanya melakukan agresi militer, tetapi juga melakukan penjajahan berkepanjangan, pemaksaan pengusiran penduduk, hingga pembersihan etnis dan genosida terhadap rakyat Palestina. Dalam pandangannya, jika alasan IOC menghukum Rusia adalah karena invasi militer, maka konsistensi moral mengharuskan organisasi yang sama juga bertindak terhadap Israel.
Tak hanya itu, Anwar juga menyinggung invasi Amerika Serikat ke Irak dan Afghanistan. Ia menyebut bahwa ketika Washington melakukan operasi militer besar-besaran di dua negara tersebut, dunia olahraga internasional tidak pernah memberi sanksi berarti terhadap Amerika Serikat. Baginya, hal ini memperlihatkan bahwa ukuran benar dan salah di mata lembaga olahraga global kerap mengikuti kepentingan politik negara kuat.