home global news

Angka Kekerasan dan Perceraian di DIY Naik Tajam, ‘Aisyiyah Ajak Kembali ke Nilai Islami

Senin, 03 November 2025 - 10:56 WIB
Angka Kekerasan dan Perceraian di DIY Naik Tajam, Aisyiyah Ajak Kembali ke Nilai Islami
LANGIT7.ID–Yogyakarta;Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayyinah mengungkapkan bahwa permasalahan keluarga di era modern semakin kompleks. Meningkatnya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta tingginya kasus perceraian, menjadi tantangan serius bagi ketahanan keluarga di Indonesia, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Salmah menyampaikan bahwa sepanjang Januari hingga Juni 2024, terdapat 578 korban kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY. Sementara itu, pada semester pertama 2025 tercatat 237 anak menjadi korban kekerasan.

“Pelecehan seksual menjadi bentuk kekerasan yang paling banyak terjadi, lebih dari 40 persen dari total kasus, diikuti oleh kekerasan fisik dan psikis,” ungkap Salmah, dilansir dari situs Muhammadiyah, dikutip Senin(3/11/2025).

Ia menambahkan, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di DIY mencapai 1.326 kasus, dengan jenis terbanyak adalah kekerasan terhadap istri (KTI).

Selain kasus kekerasan, tingginya angka perceraian juga menjadi sorotan. Berdasarkan data tahun 2024, terdapat 637 kasus perceraian di DIY, menempatkan wilayah ini di urutan kesembilan nasional.

“Penyebab utamanya adalah perselisihan berkepanjangan, masalah ekonomi, meninggalkan pasangan, perbuatan nista, kebiasaan buruk, dan kekerasan dalam rumah tangga,” jelas Salmah.

Menghadapi berbagai persoalan tersebut, Salmah mengajak warga Persyarikatan untuk kembali pada Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) sebagai panduan dalam membangun keluarga yang sakinah dan harmonis.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya