home global news

Dari Wasathiyah Islam hingga Tionghoa, Dunia Belajar Arti Kemanusiaan

Senin, 10 November 2025 - 16:50 WIB
Dari Wasathiyah Islam hingga Tionghoa, Dunia Belajar Arti Kemanusiaan
LANGIT7.ID–Jakarta; Nilai Wasathiyah dalam Islam dan filsafat Tionghoa menjadi sorotan utama dalam World Peace Forum (WPF) ke-9. Dua peradaban besar itu sama-sama menempatkan kemanusiaan sebagai inti perdamaian dunia, menggantikan orientasi pada kekuasaan dan teknologi.

Chairman of Chengho Multi Culture and Education Trust, Tan Sri Lee Kim Yew membuka forum dengan kritik terhadap krisis kemanusiaan yang menurutnya berakar pada kegagalan sistem pendidikan.

“Ketika pikiran kita sakit, kita kehilangan kemanusiaan. Dan satu-satunya solusi hanyalah satu kata: pendidikan,” ujarnya di World Peace Forum ke-9, di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (10/11/2025)..

Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Konfusianisme, manusia dilahirkan dengan sifat dasar yang murni dan baik. Namun tanpa pendidikan moral, manusia kehilangan arah. “Tionghoa adalah cara hidup, cara berpikir, sebuah filsafat,” tegasnya.

Menurutnya, Tionghoa bukan sekadar nama bangsa, tetapi filosofi keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas.

Pendidikan dan Nilai Jadi Kunci Perdamaian

Chairman Silk Road International Foundation Dr. Yan Lijin, menilai dunia terlalu bergantung pada kekuasaan dan teknologi, tetapi kehilangan jiwa kemanusiaan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya