Dubes Yuyu Sutisna Dorong Sinergi NU dan Maroko: Dari Beasiswa hingga Potensi Ekspor dan Fosfat
Tim langit 7
Kamis, 13 November 2025 - 11:14 WIB
Dubes Yuyu Sutisna Dorong Sinergi NU dan Maroko: Dari Beasiswa hingga Potensi Ekspor dan Fosfat
LANGIT7.ID—Jakarta; Kerja sama lintas negara kini semakin menemukan bentuk baru: diplomasi berbasis pendidikan dan keagamaan. Hal inilah yang menjadi sorotan dalam pertemuan antara Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko dan Republik Islam Mauritania, Yuyu Sutisna, dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (12/11).
Berlangsung hangat di lantai tiga Gedung PBNU, diskusi keduanya mengupas arah baru penguatan hubungan antara Indonesia dan Maroko, terutama dalam pengembangan pendidikan dan jejaring santri internasional. Dubes Yuyu menegaskan, pihaknya berupaya menyesuaikan program kerja KBRI Rabat dengan arah gerak Nahdlatul Ulama.
“Saya mendiskusikan dengan beliau terkait kerja sama khususnya NU dengan Maroko. Kami sudah menangkap keinginan beliau. Jadi, beliau menginginkan terfokus kepada apa yang dibutuhkan dan sejalan dengan Nahdlatul Ulama seperti itu,” ujar Yuyu dalam keterangan resmi, Kamis (13/11/2025).
Menurutnya, langkah diplomasi ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan strategi memperluas pengaruh kultural dan akademik Indonesia di kawasan Afrika Utara. NU dianggap sebagai mitra potensial karena sudah memiliki rekam jejak baik dalam kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan Maroko.
Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut adalah program beasiswa sarjana yang telah berjalan setiap tahun. Tahun ini, sebanyak 24 mahasiswa dari NU diberangkatkan menempuh studi di Maroko.
“Selama ini, kerja sama sudah jalan dan NU mendapat dalam tanda petik di sana (Maroko) tempat yang baik di pemerintahan sana. Terbukti sudah mengirim untuk beasiswa dari sini ke sana dan tahun ini bisa mengirim 24 mahasiswa dari NU,” ujar Yuyu.
“Ke depan saya usahakan untuk bisa menambah mahasiswa tersebut. Namun, tadi itu baik jurusannya atau fakultasnya yang sejalan dengan konsep dari NU,” imbuhnya.
Berlangsung hangat di lantai tiga Gedung PBNU, diskusi keduanya mengupas arah baru penguatan hubungan antara Indonesia dan Maroko, terutama dalam pengembangan pendidikan dan jejaring santri internasional. Dubes Yuyu menegaskan, pihaknya berupaya menyesuaikan program kerja KBRI Rabat dengan arah gerak Nahdlatul Ulama.
“Saya mendiskusikan dengan beliau terkait kerja sama khususnya NU dengan Maroko. Kami sudah menangkap keinginan beliau. Jadi, beliau menginginkan terfokus kepada apa yang dibutuhkan dan sejalan dengan Nahdlatul Ulama seperti itu,” ujar Yuyu dalam keterangan resmi, Kamis (13/11/2025).
Menurutnya, langkah diplomasi ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan strategi memperluas pengaruh kultural dan akademik Indonesia di kawasan Afrika Utara. NU dianggap sebagai mitra potensial karena sudah memiliki rekam jejak baik dalam kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan Maroko.
Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut adalah program beasiswa sarjana yang telah berjalan setiap tahun. Tahun ini, sebanyak 24 mahasiswa dari NU diberangkatkan menempuh studi di Maroko.
“Selama ini, kerja sama sudah jalan dan NU mendapat dalam tanda petik di sana (Maroko) tempat yang baik di pemerintahan sana. Terbukti sudah mengirim untuk beasiswa dari sini ke sana dan tahun ini bisa mengirim 24 mahasiswa dari NU,” ujar Yuyu.
“Ke depan saya usahakan untuk bisa menambah mahasiswa tersebut. Namun, tadi itu baik jurusannya atau fakultasnya yang sejalan dengan konsep dari NU,” imbuhnya.