home wirausaha syariah

Ekonomi Q4 Melesat, Zurich Syariah Bidik Pertumbuhan Bisnis Minimal 17% di 2026

Rabu, 26 November 2025 - 14:43 WIB
President Director Zurich Syariah, Hilman Simanjuntak. Dok: Langit7.id
LANGIT7.ID–Jakarta:PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) menatap tahun 2026 dengan optimisme lebih tinggi setelah melihat perbaikan signifikan kinerja dan ekonomi pada Q4 2025, sekaligus mempertahankan target pertumbuhan minimal setara capaian tahun ini.

President Director Zurich Syariah, Hilman Simanjuntak, menegaskan bahwa kondisi ekonomi di akhir 2025 jauh lebih mendukung dibanding tahun sebelumnya. “Kita melihatnya jauh lebih optimistik daripada akhir tahun lalu ya. Akhir tahun lalu kita lihat kondisi ekonomi juga sangat, sangat terimpact bisnis asuransi, termasuk asuransi syariah. Nah di akhir tahun ini Q4 2025 ini kami melihat, eh, pergerakan ekonomi ini sangat positif sehingga untuk masuk ke 2026 kami lebih optimistik,” ujar Hilman disela-sela acara Konferensi Pers Zurich Indonesia, Rabu (26/11/2025).

Ia menjelaskan, dukungan kebijakan pemerintah dan penguatan ekonomi syariah menjadi faktor utama yang membuat prospek bisnis asuransi syariah kian cerah. “Kita juga melihat dukungan untuk ekonomi syariah itu juga masih kelihatan dukungannya itu sangat signifikan ditambah potensi untuk industri asuransi syariah ini juga masih sangat besar secara penetrasi kita juga masih sangat kecil di industri. Jadi kami cukup yakin pertumbuhan tidak akan lebih rendah daripada pertumbuhan tahun ini. Tadi sudah disampaikan untuk bisnis syariah kita tumbuh sekitar 17 persen di tahun ini. Kami cukup yakin tahun depan optimistik at least sama nggak bakal kurang dari itu,” kata Hilman.

Data Zurich Indonesia memperlihatkan lini syariah menjadi salah satu motor pertumbuhan. Bisnis Zurich Syariah tercatat tumbuh sekitar 17 persen, dengan rincian kendaraan bermotor syariah mencatatkan pertumbuhan sekitar 18 persen, asuransi perjalanan syariah—termasuk perjalanan umrah—tumbuh sekitar 21 persen, dan properti syariah meningkat sekitar 34 persen secara tahunan. Kinerja ini memperkuat keyakinan manajemen bahwa prospek 2026 tetap solid.

Hilman menegaskan, pendorong utama pertumbuhan Zurich Syariah masih datang dari lini asuransi umum syariah, terutama kendaraan bermotor, properti, dan perjalanan umrah. “Lini usaha masih di asuransi syariah itu asuransi umum syariah masih paling utama di kendaraan bermotor, kemudian juga ada properti, travel, travel umroh dan haji, dan juga kesehatan,” jelasnya.

Di segmen perjalanan, posisi Zurich Syariah dinilai sangat kuat, khususnya di pasar umrah dan perjalanan internasional. “Travel umroh sudah jelas itu Zurich punya reputasi yang sangat baik. Untuk travel ke luar negeri, Zurich itu pasti yang paling banyak dicari. Untuk travel umroh kita juga market leader, jadi kita akan ikut pertumbuhan dari jumlah jemaah,” ujar Hilman.

Selain lini tradisional, Zurich Syariah juga mengandalkan produk asuransi parametrik berbasis indeks cuaca untuk memperluas inklusi perlindungan di sektor pangan. Dari paparan kinerja, asuransi parametrik syariah yang dikelola entitas Zurich telah melindungi lebih dari 17 ribu petani di berbagai daerah. Program ini diawali sekitar empat tahun lalu dengan petani kopi di Aceh dan kini melebar ke komoditas kakao dan bawang merah, sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya