home global news

Prabowo Akui Beratnya Pemberantasan Korupsi: Saya Tidak Punya Tongkat Nabi Musa

Jum'at, 28 November 2025 - 16:58 WIB
Prabowo Akui Beratnya Pemberantasan Korupsi: Saya Tidak Punya Tongkat Nabi Musa
LANGIT7.ID–Jakarta;Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa upaya memberantas korupsi, khususnya pada sektor pendidikan, tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Ia menekankan bahwa proses ini harus dilakukan secara sistematis karena persoalan penyimpangan anggaran sudah berlangsung lama dan kompleks.

Prabowo meminta publik memahami tantangan besar yang dihadapi pemerintah dalam membersihkan praktik koruptif. “Saya minta pengertian. Masalahnya sudah sangat berat. Tidak bisa dalam 1-2 hari. Saya tidak punya tongkat Nabi Musa, saya tidak punya,” ujarnya dalam pidato peringatan Hari Guru Nasional 2025, disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (28/11/2025).

Ia mengingatkan bahwa anggaran pendidikan adalah pos terbesar di APBN dan tidak boleh dirusak oleh perilaku tidak bertanggung jawab. Presiden mengungkap bahwa praktik markup anggaran masih terjadi di lapangan. “Anggaran di rong-rong, markup di mana-mana,” tegasnya.

Prabowo menyampaikan peringatan keras kepada para pejabat di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Ia meminta mereka mengawasi ketat para bawahan agar tidak bermain dalam pengadaan maupun penggunaan anggaran pendidikan. “Saya kasih peringatan ya, para birukat kalau masih ngotot, mau mempermainkan anggaran, mengira bahwa kita bodoh semua,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut contoh penyimpangan harga barang yang seharusnya hanya Rp10 juta namun dinaikkan hingga 150 kali lipat. “Jangan kira saya tidak tahu,” katanya menegaskan.

Ia menekankan bahwa pemerintah membutuhkan setiap rupiah untuk kepentingan rakyat dan peningkatan mutu pendidikan nasional. “Kita butuh setiap rupiah untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan guru-guru, untuk kepentingan perbaikan sekolah. Kita butuh itu semua. Jangan mencuri uang rakyat,” ujar Prabowo Subianto.

Prabowo menutup dengan menegaskan kembali komitmen pemerintah. Anggaran pendidikan, kata dia, akan terus ditingkatkan selama negara mampu, namun dengan syarat penggunaannya harus bersih. “Anggaran pendidikan kita sudah yang terbesar, alokasinya. Kita akan tambahkan bila perlu dan bila mampu,” ucapnya.
(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya