Menjelajahi Pusat Budaya Multi-Juta Dolar Baru Uzbekistan Untuk Keilmuan Islam
Tim langit 7
Sabtu, 29 November 2025 - 09:55 WIB
Menjelajahi Pusat Budaya Multi-Juta Dolar Baru Uzbekistan Untuk Keilmuan Islam
LANGIT7.ID-Setelah delapan tahun perencanaan dan konstruksi, pusat budaya terbaru Uzbekistan hadir dengan proporsi yang sangat megah—tingginya empat kali lebih besar dari Hollywood Sign dan luasnya sekitar tujuh kali lebih besar dari Gedung Putih.
Sebagian berfungsi sebagai museum, sebagian lagi sebagai fasilitas penelitian akademis, Center for Islamic Civilization (CISC) yang berlantai tiga dan bernilai $150 juta di Tashkent ini rencananya akan dibuka untuk umum pada Maret 2026. Pusat ini bertujuan untuk merayakan dan menghidupkan kembali peran sejarah Uzbekistan sebagai pusat keilmuan Islam.
“Kawasan ini telah menjadi rumah bagi banyak leluhur yang mempengaruhi peradaban dunia,” kata Firdavs Abdukhalikov, direktur CISC. “Pertanyaan besarnya adalah bagaimana menyajikan pengaruh mereka kepada dunia, kepada generasi muda, dengan cara yang menarik dan modern.”
Selama delapan tahun terakhir, saat pembangunan gedung berlangsung, CISC melibatkan 1.500 spesialis dari lebih dari 40 negara untuk membantu mengembangkan elemen ilmiah, arsitektur, dan budaya pusat ini.
Platform Edukasi dan Budaya Modern
Pusat ini tidak hanya sekadar museum. Misalnya, melalui "zona edukasi interaktif" yang memanfaatkan teknologi virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan kecerdasan buatan (AI) untuk pameran seperti percakapan dengan "potret hidup" para sarjana dan pemikir sejarah, pusat ini berharap dapat menginspirasi anak-anak untuk mengeksplorasi astronomi, kedokteran, sastra, dan seni.
Lantai dua akan didedikasikan untuk penelitian, di mana akademisi internasional dapat mengakses lebih dari 200.000 buku di perpustakaannya.
Sebagian berfungsi sebagai museum, sebagian lagi sebagai fasilitas penelitian akademis, Center for Islamic Civilization (CISC) yang berlantai tiga dan bernilai $150 juta di Tashkent ini rencananya akan dibuka untuk umum pada Maret 2026. Pusat ini bertujuan untuk merayakan dan menghidupkan kembali peran sejarah Uzbekistan sebagai pusat keilmuan Islam.
“Kawasan ini telah menjadi rumah bagi banyak leluhur yang mempengaruhi peradaban dunia,” kata Firdavs Abdukhalikov, direktur CISC. “Pertanyaan besarnya adalah bagaimana menyajikan pengaruh mereka kepada dunia, kepada generasi muda, dengan cara yang menarik dan modern.”
Selama delapan tahun terakhir, saat pembangunan gedung berlangsung, CISC melibatkan 1.500 spesialis dari lebih dari 40 negara untuk membantu mengembangkan elemen ilmiah, arsitektur, dan budaya pusat ini.
Platform Edukasi dan Budaya Modern
Pusat ini tidak hanya sekadar museum. Misalnya, melalui "zona edukasi interaktif" yang memanfaatkan teknologi virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan kecerdasan buatan (AI) untuk pameran seperti percakapan dengan "potret hidup" para sarjana dan pemikir sejarah, pusat ini berharap dapat menginspirasi anak-anak untuk mengeksplorasi astronomi, kedokteran, sastra, dan seni.
Lantai dua akan didedikasikan untuk penelitian, di mana akademisi internasional dapat mengakses lebih dari 200.000 buku di perpustakaannya.