home global news

Siapakah Alexandr Wang, Pria 28 Tahun Bernilai 230 Triliun Direkrut Mark Zuckerberg Untuk Memimpin Lab Superinteligensi Meta

Kamis, 04 Desember 2025 - 22:06 WIB
Siapakah Alexandr Wang, Pria 28 Tahun Bernilai 230 Triliun Direkrut Mark Zuckerberg Untuk Memimpin Lab Superinteligensi Meta
LANGIT7.ID-Pada tahun 2025, CEO Meta Mark Zuckerberg melakukan langkah berani dengan menunjuk Alexandr Wang, pendiri Scale AI yang berusia 28 tahun, untuk memimpin seluruh operasi kecerdasan buatan Meta. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Meta menginvestasikan sekitar 14,3 miliar dolar AS (sekitar Rp230 triliun) ke Scale AI, menjadikannya salah satu akuisisi terbesar dalam sejarah AI terkini.

Dari Dropout MIT hingga Pendiri Startup AI

Perjalanan Alexandr Wang ibarat kisah sukses klasik Silicon Valley. Lahir di New Mexico dari orang tua fisikawan imigran Tionghoa, ia menunjukkan bakat awal dalam matematika dan ilmu komputer. Ia mendaftar di Massachusetts Institute of Technology (MIT), namun memutuskan keluar pada 2016 untuk mendirikan Scale AI. Langkah ini diambil karena ia yakin akan meningkatnya permintaan data anotasi berkualitas untuk melatih model pembelajaran mesin.

Scale AI dengan cepat menjadi penting bagi perusahaan teknologi besar karena menyuplai data berlabel kepada klien seperti NVIDIA, Amazon, dan bahkan Meta sendiri. Pada 2024, startup tersebut telah mencapai valuasi hampir 14 miliar dolar AS, menjadikan Wang salah satu miliarder muda mandiri di industri AI.

Memegang Kendali Lab Superinteligensi Meta

Dengan investasi besar Meta di Scale AI, Alexandr Wang tidak sekadar bergabung dengan perusahaan. Ia menjadi pemimpin di balik divisi baru yang dibentuk, yaitu Meta Superinteligence Labs (MSL). Di bawah payung ini, Alexandr Wang mengawasi seluruh penelitian, infrastruktur, dan pengembangan produk AI Meta.

Dalam memo yang beredar internal, Alexandr Wang menulis, "Superinteligensi akan datang, dan untuk menanggapinya secara serius, kita perlu mengorganisir diri di sekitar area kunci yang akan sangat penting untuk mencapainya melalui penelitian, produk, dan infrastruktur."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya