Gaya Komunikasi CAK Imin dan Bung Bahlil Serta Tanggungjawab Politik dan Agama
Tim langit 7
Jum'at, 05 Desember 2025 - 18:37 WIB
Gaya Komunikasi CAK Imin dan Bung Bahlil Serta Tanggungjawab Politik dan Agama
Oleh: Anwar Abbas
LANGIT7.ID-Peristiwa berbalas pantun antara Cak Imin dan bung Bahlil, dua menteri yang masih terbilang muda dalam kabinet Merah Putih Prabowo terkait dengan masalah banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat cukup menarik untuk diperhatikan.
Cak Imin mengatakan bahwa dia telah mengingatkan tiga orang temannya di kabinet termasuk menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk secara bersama-sama melakukan evaluasi total terhadap seluruh policy, kebijakan dan langkah-langkah yang telah kita tempuh kata Cak Imin sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pihak pemerintah.
Bahkan Cak Imin juga telah mengajak ketiga orang temannya untuk secara bersama-sama melakukan taubat nasuha yaitu memohon ampun kepada Allah swt sembari menyadari secara tulus kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat di masa lalu dengan tujuan untuk tidak mengulanginya lagi di masa depan dengan cara kembali kepada tuntunan yang telah diberikan oleh Allah swt.
Himbauan Cak Imin ini juga telah disambut oleh Bahlil dengan baik dengan mengatakan kalau masalah pertobatan nasuha, ya Cak Imin juga harus melakukannya bahkan Bahlil menimpalinya dengan mengatakan semua kita harus melakukan evaluasi diri lah kata Bahlil kepada wartawan.
Bagi saya sebagai pengamat apa yang dilakukan oleh kedua tokoh ini sangat menarik untuk diperhatikan karena apa yang mereka sampaikan sangat kental muatan keagamannya karena sangat sesuai jiwa dan semangatnya dengan anjuran Tuhan yang terdapat dalam surat al ashr yang menyuruh orang yang beriman untuk saling nasihat menasihati. Dan itu sudah dilakukan oleh kedua belah pihak dengan baik.
Bahkan Bahlil sebagai politisi juga telah membumbui dialog tidak langsungnya dengan Cak Imin tersebut dengan mengatakan bahwa dia sebagai pembantu Presiden akan bekerja sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Presiden Prabowo bukan oleh lainnya. Untuk itulah saya harus turun ke bawah bagi mengurus urusan saya di lokasi bencana kata Bahlil.
LANGIT7.ID-Peristiwa berbalas pantun antara Cak Imin dan bung Bahlil, dua menteri yang masih terbilang muda dalam kabinet Merah Putih Prabowo terkait dengan masalah banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat cukup menarik untuk diperhatikan.
Cak Imin mengatakan bahwa dia telah mengingatkan tiga orang temannya di kabinet termasuk menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk secara bersama-sama melakukan evaluasi total terhadap seluruh policy, kebijakan dan langkah-langkah yang telah kita tempuh kata Cak Imin sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pihak pemerintah.
Bahkan Cak Imin juga telah mengajak ketiga orang temannya untuk secara bersama-sama melakukan taubat nasuha yaitu memohon ampun kepada Allah swt sembari menyadari secara tulus kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat di masa lalu dengan tujuan untuk tidak mengulanginya lagi di masa depan dengan cara kembali kepada tuntunan yang telah diberikan oleh Allah swt.
Himbauan Cak Imin ini juga telah disambut oleh Bahlil dengan baik dengan mengatakan kalau masalah pertobatan nasuha, ya Cak Imin juga harus melakukannya bahkan Bahlil menimpalinya dengan mengatakan semua kita harus melakukan evaluasi diri lah kata Bahlil kepada wartawan.
Bagi saya sebagai pengamat apa yang dilakukan oleh kedua tokoh ini sangat menarik untuk diperhatikan karena apa yang mereka sampaikan sangat kental muatan keagamannya karena sangat sesuai jiwa dan semangatnya dengan anjuran Tuhan yang terdapat dalam surat al ashr yang menyuruh orang yang beriman untuk saling nasihat menasihati. Dan itu sudah dilakukan oleh kedua belah pihak dengan baik.
Bahkan Bahlil sebagai politisi juga telah membumbui dialog tidak langsungnya dengan Cak Imin tersebut dengan mengatakan bahwa dia sebagai pembantu Presiden akan bekerja sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Presiden Prabowo bukan oleh lainnya. Untuk itulah saya harus turun ke bawah bagi mengurus urusan saya di lokasi bencana kata Bahlil.