Cinta Sejati Rasulullah pada Khadijah, Cinta yang Tumbuh dalam Perjuangan
Muhajirin
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 19:05 WIB
Ilustrasi muslimah (foto: langit7.id/istock)
Rasulullah SAW merupakan sosok yang sangat romantis. Bentuk romantisme beliau kepada para istrinya ditunjukkan lewat panggilan manja. Bak pengantin baru, ia memegang tangan istrinya, bersandar di pundak, tidur di pangkuan, dan memperlakukan istrinya penuh cinta.
Abu Hamzah al-Ghamidi dalam buku Romansa di Rumah Nabi mengatakan, Rasulullah dikenal sebagai sosok suami yang penuh kenyamanan. Ia sering berbicara, menghibur, dan membahagiakan mereka pada malam hari.
Sikap baginda Nabi Muhammad sesuai dengan sabdanya, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya. Sebaik-baik kalian adalah orang-orang yang berakhlak mulia terhadap istri-istrinya.” (HR Tirmidzi).
Rasulullah SAW menikah saat beranjak dewasa. Usia beliau menyentuh angka 25 tahun dalam perhitungan kalender hijriah. Ia menikahi wanita luar biasa, Khadijah binti Khuwailid Atthahirah. Wanita suci di zaman jahiliyah.
Ada satu riwayat yang menyebut Khadijah binti Khuwailid masih 28 tahun saat menikah dengan Rasulullah. Ada pula yang menyebut Khadijah berusia 40 tahun. Pernikahan ini bukan pernikahan yang berdasarkan motif yang biasa.
Khadijah binti Khuwailid merupakan seorang wanita kaya raya. Segala capaian duniawi telah ia dapatkan. Mulai dari kehormatan, penghargaan, kekayaan, kesohoran, berakhlak mulia, cantik pula. Meski begitu, ia merasa ada bagian dari diri dan jiwanya yang masih kosong.
“Tapi, Khadijah, kekuatan spiritual yang tidak bisa didapatkan oleh laki-laki di masa jahiliyah,” tutur Pakar Sirah Nabawiyah Ustadz Asep Sobari melalui youtube Sirah Community, dikutip Sabtu (9/10/2021).
Abu Hamzah al-Ghamidi dalam buku Romansa di Rumah Nabi mengatakan, Rasulullah dikenal sebagai sosok suami yang penuh kenyamanan. Ia sering berbicara, menghibur, dan membahagiakan mereka pada malam hari.
Sikap baginda Nabi Muhammad sesuai dengan sabdanya, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya. Sebaik-baik kalian adalah orang-orang yang berakhlak mulia terhadap istri-istrinya.” (HR Tirmidzi).
Rasulullah SAW menikah saat beranjak dewasa. Usia beliau menyentuh angka 25 tahun dalam perhitungan kalender hijriah. Ia menikahi wanita luar biasa, Khadijah binti Khuwailid Atthahirah. Wanita suci di zaman jahiliyah.
Ada satu riwayat yang menyebut Khadijah binti Khuwailid masih 28 tahun saat menikah dengan Rasulullah. Ada pula yang menyebut Khadijah berusia 40 tahun. Pernikahan ini bukan pernikahan yang berdasarkan motif yang biasa.
Khadijah binti Khuwailid merupakan seorang wanita kaya raya. Segala capaian duniawi telah ia dapatkan. Mulai dari kehormatan, penghargaan, kekayaan, kesohoran, berakhlak mulia, cantik pula. Meski begitu, ia merasa ada bagian dari diri dan jiwanya yang masih kosong.
“Tapi, Khadijah, kekuatan spiritual yang tidak bisa didapatkan oleh laki-laki di masa jahiliyah,” tutur Pakar Sirah Nabawiyah Ustadz Asep Sobari melalui youtube Sirah Community, dikutip Sabtu (9/10/2021).