Ingin Punya Anak Shaleh? Persiapkan Sejak Masih Jomblo
Muhajirin
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 19:36 WIB
Ilustrasi bayi muslimah (foto: langit7.id/istock)
Dalam Islam, pendidikan anak merupakan perkara yang sangat krusial. Termaktub dalam Al-Qur’an tuntunan dalam mendidik, bahkan sebelum anak itu lahir. Itu tercermin dalam kisah keluarga Imran dalam surah Ali Imran ayat 35-36.
“(Ingatlah), ketika istri Imran berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Maka ketika melahirkannya, dia berkata, “Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. ”Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.”
Maka mendidik anak bukan perkara mudah, perlu dirancang sedemikian rupa bahkan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Upaya ini bisa dilakukan sejak seseorang mencari pasangan. Saat mencari pasangan, seorang muslim harus berpegang teguh pada nilai-nilai agama, karena mendidik anak akan ditanggung berdua.
Islam mengajarkan seorang muslim mencari pasangan berdasarkan akhlak atau agamanya, bukan ketampanan atau kecantikan. Paras indah hanya memberikan kepuasan secara visual, tak bisa mendatangkan kebahagiaan hakiki. Mencari pasangan ibarat menanam biji-biji. Pohon yang baik pasti berasal dari biji yang bagus.
Masa pranikah atau pra konsepsi merupakan masa persiapan individu dewasa menuju masa konsepsi atau pernikahan. Ini bertujuan untuk melahirkan keturunan atau membentuk generasi yang sesuai dengan tuntunan agama.
Meskipun pada periode ini wujud manusia belum berbentuk, namun hal ini berkaitan dengan bibit manusia yang sangat berpengaruh pada kualitas generasi yang dilahirkan kelak. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pada periode ini, antara lain:
1. Memilih Pasangan yang Shalih dan Shalihah
“(Ingatlah), ketika istri Imran berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Maka ketika melahirkannya, dia berkata, “Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. ”Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.”
Maka mendidik anak bukan perkara mudah, perlu dirancang sedemikian rupa bahkan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Upaya ini bisa dilakukan sejak seseorang mencari pasangan. Saat mencari pasangan, seorang muslim harus berpegang teguh pada nilai-nilai agama, karena mendidik anak akan ditanggung berdua.
Islam mengajarkan seorang muslim mencari pasangan berdasarkan akhlak atau agamanya, bukan ketampanan atau kecantikan. Paras indah hanya memberikan kepuasan secara visual, tak bisa mendatangkan kebahagiaan hakiki. Mencari pasangan ibarat menanam biji-biji. Pohon yang baik pasti berasal dari biji yang bagus.
Masa pranikah atau pra konsepsi merupakan masa persiapan individu dewasa menuju masa konsepsi atau pernikahan. Ini bertujuan untuk melahirkan keturunan atau membentuk generasi yang sesuai dengan tuntunan agama.
Meskipun pada periode ini wujud manusia belum berbentuk, namun hal ini berkaitan dengan bibit manusia yang sangat berpengaruh pada kualitas generasi yang dilahirkan kelak. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pada periode ini, antara lain:
1. Memilih Pasangan yang Shalih dan Shalihah