PWNU Aceh Ajak Masyarakat Tegakkan Shalat Ghaib Usai Rangkaian Bencana Besar di Sumatra
Tim langit 7
Senin, 08 Desember 2025 - 09:42 WIB
PWNU Aceh Ajak Masyarakat Tegakkan Shalat Ghaib Usai Rangkaian Bencana Besar di Sumatra
LANGIT7.ID–Aceh;Rangkaian bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dalam sepekan terakhir memunculkan respons keagamaan dan sosial yang kuat dari masyarakat. Di tengah kerusakan ribuan rumah, gelombang pengungsian, serta laporan ratusan korban jiwa, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh menekankan perlunya doa bersama sebagai bentuk solidaritas.
Seruan tersebut disampaikan Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali, yang menilai bahwa keadaan ini menuntut masyarakat untuk menguatkan sisi spiritual sekaligus menjaga ketenangan sosial. Ia menginstruksikan pelaksanaan shalat ghaib di seluruh Aceh sebagai penghormatan bagi korban meninggal dunia.
“Kita mengajak seluruh jamaah, imam masjid, dan khatib Jumat untuk melaksanakan shalat ghaib bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban musibah ini. Doa kita adalah bentuk cinta dan kepedulian sesama,” ujar Tgk Faisal Ali dalam keterangannya, dikutip Senin (8/12/2025).
Shalat Ghaib sebagai Wujud Kebersamaan Umat
PWNU Aceh meminta agar shalat ghaib dilakukan setelah shalat lima waktu maupun setelah shalat Jumat, baik di meunasah maupun masjid. Ajakan ini dimaksudkan agar masyarakat tetap saling terhubung secara emosional meski berada dalam situasi darurat.
Selain itu, Tgk Faisal Ali menilai bahwa bencana ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan, memperbanyak istighfar, dan kembali menata sikap hidup di tengah cobaan yang tidak ringan.
Penekanan Etika di Masa Krisis
Seruan tersebut disampaikan Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali, yang menilai bahwa keadaan ini menuntut masyarakat untuk menguatkan sisi spiritual sekaligus menjaga ketenangan sosial. Ia menginstruksikan pelaksanaan shalat ghaib di seluruh Aceh sebagai penghormatan bagi korban meninggal dunia.
“Kita mengajak seluruh jamaah, imam masjid, dan khatib Jumat untuk melaksanakan shalat ghaib bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban musibah ini. Doa kita adalah bentuk cinta dan kepedulian sesama,” ujar Tgk Faisal Ali dalam keterangannya, dikutip Senin (8/12/2025).
Shalat Ghaib sebagai Wujud Kebersamaan Umat
PWNU Aceh meminta agar shalat ghaib dilakukan setelah shalat lima waktu maupun setelah shalat Jumat, baik di meunasah maupun masjid. Ajakan ini dimaksudkan agar masyarakat tetap saling terhubung secara emosional meski berada dalam situasi darurat.
Selain itu, Tgk Faisal Ali menilai bahwa bencana ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan, memperbanyak istighfar, dan kembali menata sikap hidup di tengah cobaan yang tidak ringan.
Penekanan Etika di Masa Krisis