RS Polri Ungkap Penyebab Kematian Korban Kebakaran Gedung Terra Drone
Esti setiyowati
Rabu, 10 Desember 2025 - 11:21 WIB
RS Polri Ungkap Penyebab Kematian Korban Kebakaran Gedung Terra Drone. Foto: tangkapan layar.
Tim Identifikasi Korban Bencana atau DVI Rumah Sakit Polri berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (9/12/2025) malam.
Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono mengungkap dugaan penyebab kematian tiga korban dikarenakan menghirup asap kebakaran atau karbondioksida (CO2).
Baca juga: Daftar 22 Korban Tewas dalam Kebakaran Kantor Terra Drone
"Karena kita hanya melaksanakan pemeriksaan luar, kemungkinan (korban) menghirup gas karbondioksida," jelas Prima Heru.
Sementara itu, Karo Lab Dokes RS Polri, Brigjen Pol Sumi Hastry Purwanti menerangkan bahwa indikasi kematian akibat asfiksia.
"Dari tanda-tanda ahli forensik kami bekerja, dari pemeriksaan luar mengarah indikasi pada afiksia karena terhirupnya asap dan gas karbondioksida tersebut," lanjutnya.
Sebelumnya Sumi Hastry menyatakan bahwa tiga jenazah korban berhasil diidentifikasi oleh dokter forensik. Korban pertama, dengan kantong jenazah 005, teridentifikasi sebagai Rufaida Latifunisa, perempuan, 22 tahun, beralamat Telagasari Cikarang Barat.
Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono mengungkap dugaan penyebab kematian tiga korban dikarenakan menghirup asap kebakaran atau karbondioksida (CO2).
Baca juga: Daftar 22 Korban Tewas dalam Kebakaran Kantor Terra Drone
"Karena kita hanya melaksanakan pemeriksaan luar, kemungkinan (korban) menghirup gas karbondioksida," jelas Prima Heru.
Sementara itu, Karo Lab Dokes RS Polri, Brigjen Pol Sumi Hastry Purwanti menerangkan bahwa indikasi kematian akibat asfiksia.
"Dari tanda-tanda ahli forensik kami bekerja, dari pemeriksaan luar mengarah indikasi pada afiksia karena terhirupnya asap dan gas karbondioksida tersebut," lanjutnya.
Sebelumnya Sumi Hastry menyatakan bahwa tiga jenazah korban berhasil diidentifikasi oleh dokter forensik. Korban pertama, dengan kantong jenazah 005, teridentifikasi sebagai Rufaida Latifunisa, perempuan, 22 tahun, beralamat Telagasari Cikarang Barat.