home global news

Kemenag Perkuat Keterbukaan Informasi Publik demi Layanan yang Transparan dan Akuntabel

Rabu, 10 Desember 2025 - 11:35 WIB
Kemenag Perkuat Keterbukaan Informasi Publik demi Layanan yang Transparan dan Akuntabel
LANGIT7.ID-Jakarta;Kementerian Agama terus memperkuat keterbukaan informasi publik sebagai upaya menghadirkan layanan yang transparan dan akuntabel bagi masyarakat. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa seluruh langkah strategis yang dilakukan Kemenag berorientasi pada pemenuhan hak publik atas informasi sesuai amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). Penegasan ini disampaikan Thobib dalam wawancara khusus bersama detikcom di Jakarta, Selasa (9/12).

Thobib menjelaskan bahwa penguatan keterbukaan informasi kini menjadi arus utama dalam tata kelola Kemenag. Selain kewajiban regulatif, transparansi disebutnya sebagai bagian dari pelayanan dasar negara kepada masyarakat. “Bagi Kemenag, transparansi pada pelayanan publik adalah hak masyarakat sesuai amanat UU KIP,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (10/12/2025).

Dengan lebih dari 4.000–5.000 satuan kerja yang tersebar di seluruh Indonesia, Kemenag melakukan konsolidasi rutin melalui breakfast meeting dua mingguan bersama pimpinan satker. Forum ini menjadi ruang koordinasi strategis untuk menyampaikan arah kebijakan, termasuk penguatan narasi ekoteologi berbasis iman yang tengah menjadi prioritas Menteri Agama.

“Bagaimana kita mencintai lingkungan sesuai amanat agama dan keyakinan kita masing-masing, itu menjadi pesan penting yang terus kami gaungkan,” tambah Thobib.

Thobib memaparkan sejumlah capaian Kemenag dalam peningkatan kualitas keterbukaan informasi, terutama lewat digitalisasi layanan. Melalui website Kemenag.go.id dan Pusaka SuperApp, masyarakat kini dapat mengakses layanan berdampak seperti informasi nikah online, alur pendaftaran, hingga fitur cek penghulu.

“Semua ini kita kembangkan agar masyarakat bisa mengakses layanan secara mudah dan cepat,” jelasnya.

Namun ia mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah pemeliharaan aplikasi dan pembaruan data. Dengan jumlah satker yang sangat besar, memastikan akurasi data menjadi pekerjaan yang membutuhkan pengawasan dan pelatihan berkelanjutan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya