Insiden Mobil MBG Tabrak Siswa, Prabowo Langsung Instruksikan Penanganan Terbaik
Tim langit 7
Kamis, 11 Desember 2025 - 18:07 WIB
Insiden Mobil MBG Tabrak Siswa, Prabowo Langsung Instruksikan Penanganan Terbaik
LANGIT7.ID-Jakarta;Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian langsung terhadap kecelakaan mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa seluruh perkembangan di lapangan terus dimonitor oleh Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya setiap menit. Ia menekankan bahwa penanganan korban kini menjadi prioritas utama sesuai arahan Presiden.
Dadan menjelaskan bahwa laporan terkait insiden tersebut wajib ia sampaikan secara berkelanjutan kepada Sekretariat Kabinet. Ia memastikan Presiden sudah memerintahkan agar seluruh langkah penanganan dilakukan secara optimal. Di RSUD Koja, tempat sebagian korban dirawat, Dadan kembali menyampaikan langsung situasi terbaru usai kecelakaan.
Sebelum memaparkan kronologi teknis, Dadan lebih dulu menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya kelalaian dalam operasional mobil MBG. Ia mengingatkan bahwa layanan pangan tersebut sudah berjalan tanpa hambatan di SDN 01 Kalibaru sejak 24 Maret 2025 dan baru menghadapi gangguan dalam dua hari terakhir.
Menurut penjelasan Dadan, kendala bermula ketika sopir utama tidak dapat bertugas karena sakit. Mobil kemudian dioperasikan oleh sopir cadangan yang meski memiliki SIM, dinilai kurang terbiasa menghadapi jalur menuju sekolah. Situasi diduga memburuk ketika terjadi kepanikan saat perpindahan gigi.
Baca juga: Polisi: Pengemudi Mobil MBG Tabrak Siswa SD Adalah Sopir Pengganti
"Sopirnya punya SIM, hanya mungkin kurang pengalaman. Jalan menuju sekolah agak menanjak, dan kami perkirakan ada kepanikan saat pindah gigi dari dua ke satu sehingga salah menginjak pedal,” jelasnya.
Akibat kecelakaan itu, total 22 orang menjadi korban. Dadan memaparkan bahwa 11 di antaranya telah kembali ke rumah, empat masih dirawat di RS Cilincing, dan tujuh lainnya menjalani perawatan di RSUD Koja—termasuk satu orang guru. Dua korban mendapat perawatan intensif.
Dadan menjelaskan bahwa laporan terkait insiden tersebut wajib ia sampaikan secara berkelanjutan kepada Sekretariat Kabinet. Ia memastikan Presiden sudah memerintahkan agar seluruh langkah penanganan dilakukan secara optimal. Di RSUD Koja, tempat sebagian korban dirawat, Dadan kembali menyampaikan langsung situasi terbaru usai kecelakaan.
Sebelum memaparkan kronologi teknis, Dadan lebih dulu menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya kelalaian dalam operasional mobil MBG. Ia mengingatkan bahwa layanan pangan tersebut sudah berjalan tanpa hambatan di SDN 01 Kalibaru sejak 24 Maret 2025 dan baru menghadapi gangguan dalam dua hari terakhir.
Menurut penjelasan Dadan, kendala bermula ketika sopir utama tidak dapat bertugas karena sakit. Mobil kemudian dioperasikan oleh sopir cadangan yang meski memiliki SIM, dinilai kurang terbiasa menghadapi jalur menuju sekolah. Situasi diduga memburuk ketika terjadi kepanikan saat perpindahan gigi.
Baca juga: Polisi: Pengemudi Mobil MBG Tabrak Siswa SD Adalah Sopir Pengganti
"Sopirnya punya SIM, hanya mungkin kurang pengalaman. Jalan menuju sekolah agak menanjak, dan kami perkirakan ada kepanikan saat pindah gigi dari dua ke satu sehingga salah menginjak pedal,” jelasnya.
Akibat kecelakaan itu, total 22 orang menjadi korban. Dadan memaparkan bahwa 11 di antaranya telah kembali ke rumah, empat masih dirawat di RS Cilincing, dan tujuh lainnya menjalani perawatan di RSUD Koja—termasuk satu orang guru. Dua korban mendapat perawatan intensif.