Asnawi Klarifikasi Tuduhan Arya Sinulingga soal Ban Kapten Timnas: ‘Ini Asal Ngomong atau Bagaimana?’
Nabil
Jum'at, 12 Desember 2025 - 10:01 WIB
Asnawi Klarifikasi Tuduhan Arya Sinulingga soal Ban Kapten Timnas: Ini Asal Ngomong atau Bagaimana?
LANGIT7.ID-Jakarta;Asnawi Mangkualam akhirnya angkat suara setelah namanya dibawa dalam isu internal Timnas Indonesia. Ia menegaskan bahwa penjelasan Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, mengenai polemik ban kapten diyakini tidak sesuai kenyataan di lapangan. Asnawi meminta agar informasi yang disampaikan ke publik tidak dibangun dari asumsi, terlebih menyangkut dinamika tim saat era kepelatihan Shin Tae-yong.
Pernyataan Arya yang muncul dalam sebuah podcast menyebut adanya ketegangan di ruang ganti ketika Timnas Indonesia menghadapi China pada 15 Oktober 2024. Saat itu, Asnawi tampil sebagai kapten, sementara ban kapten sebelumnya disebut-sebut telah disiapkan untuk Jay Idzes. Informasi ini kemudian berkembang menjadi dugaan sumber konflik internal skuad.
Asnawi menilai narasi tersebut tidak tepat dan memilih menjelaskan langsung melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyatakan bahwa apa yang disampaikan Arya tidak berasal dari pihak yang mengetahui kondisi sebenarnya dan berpotensi menimbulkan salah paham di masyarakat.
"Ini asal ngomong atau bagaimana? Tolong jelasin Je, biar bapak ini mengerti bagaimana. Tidak ada di lokasi, tapi klarifikasi seakan-akan benar adanya," ujar pemain Port FC Itu, dikutip dari instagram story nya, Jumat (12/12/2025).
"Coba di publik, siapa yang memberitahu bapak perihal kapten itu? Apakah pelatih, pemain, atau ofisial? Tolong sampaikan biar tidak menjadi bola liar di publik," dia melanjutkan.
Melalui klarifikasinya, Asnawi memaparkan bahwa wacana penyerahan ban kapten sudah dipikirkan olehnya jauh sebelum laga lawan China. Usai pertandingan melawan Australia pada 10 September 2024, ia bahkan mengajak beberapa rekan setim—Jay Idzes, Sandy Walsh, Thom Haye, dan Ridho—untuk mengkomunikasikan soal struktur kapten kepada pelatih. Menurutnya, proses tersebut berlangsung terbuka dan diketahui oleh semua pemain yang terlibat.
"Waktu itu setelah makan malam saya mengajak Jay, Sandy Walsh Thom Haye, Ridho untuk membahas soal kapten ini ke pelatih siapa first kapten dan vice (wakil). Ketika itu Coach Shin tetap mempercayakan first kapten ke saya dan Jay sebagai vice," tulis Asnawi Mangkualam.
Pernyataan Arya yang muncul dalam sebuah podcast menyebut adanya ketegangan di ruang ganti ketika Timnas Indonesia menghadapi China pada 15 Oktober 2024. Saat itu, Asnawi tampil sebagai kapten, sementara ban kapten sebelumnya disebut-sebut telah disiapkan untuk Jay Idzes. Informasi ini kemudian berkembang menjadi dugaan sumber konflik internal skuad.
Asnawi menilai narasi tersebut tidak tepat dan memilih menjelaskan langsung melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyatakan bahwa apa yang disampaikan Arya tidak berasal dari pihak yang mengetahui kondisi sebenarnya dan berpotensi menimbulkan salah paham di masyarakat.
"Ini asal ngomong atau bagaimana? Tolong jelasin Je, biar bapak ini mengerti bagaimana. Tidak ada di lokasi, tapi klarifikasi seakan-akan benar adanya," ujar pemain Port FC Itu, dikutip dari instagram story nya, Jumat (12/12/2025).
"Coba di publik, siapa yang memberitahu bapak perihal kapten itu? Apakah pelatih, pemain, atau ofisial? Tolong sampaikan biar tidak menjadi bola liar di publik," dia melanjutkan.
Melalui klarifikasinya, Asnawi memaparkan bahwa wacana penyerahan ban kapten sudah dipikirkan olehnya jauh sebelum laga lawan China. Usai pertandingan melawan Australia pada 10 September 2024, ia bahkan mengajak beberapa rekan setim—Jay Idzes, Sandy Walsh, Thom Haye, dan Ridho—untuk mengkomunikasikan soal struktur kapten kepada pelatih. Menurutnya, proses tersebut berlangsung terbuka dan diketahui oleh semua pemain yang terlibat.
"Waktu itu setelah makan malam saya mengajak Jay, Sandy Walsh Thom Haye, Ridho untuk membahas soal kapten ini ke pelatih siapa first kapten dan vice (wakil). Ketika itu Coach Shin tetap mempercayakan first kapten ke saya dan Jay sebagai vice," tulis Asnawi Mangkualam.