home wirausaha syariah

Dari Investasi ke Pelayanan Jemaah, Danantara Akuisisi Hotel di Makkah

Senin, 15 Desember 2025 - 11:46 WIB
Dari Investasi ke Pelayanan Jemaah, Danantara Akuisisi Hotel di Makkah
LANGIT7.ID-Jakarta; Danantara Indonesia mulai memposisikan diri sebagai pemain strategis dalam penyediaan akomodasi bagi jemaah haji dan umrah Indonesia di Arab Saudi. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Danantara Investment Management (DIM) dan Thakher Development Company terkait akuisisi aset perhotelan dan real estat di kawasan Thakher City, Makkah.

Kawasan Thakher City merupakan pengembangan terpadu yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjid Al-Haram. Lokasi ini dinilai strategis untuk mendukung kebutuhan akomodasi jemaah, seiring tingginya arus jamaah dari Indonesia setiap tahun, baik untuk ibadah haji maupun umrah.

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan bahwa transaksi ini menjadi pijakan awal bagi keterlibatan Danantara di sektor hospitality Makkah. Menurutnya, langkah tersebut disusun secara terukur dan merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia.

“Setiap tahunnya, jumlah jemaah umrah Indonesia tercatat mencapai lebih dari dua juta orang, sementara jumlah jemaah haji Indonesia secara konsisten berada di atas dua ratus ribu jemaah,” kata dia dalam keterangannya, dikutip Senin (15/14/2025).

Dalam fase awal ini, aset yang tercakup dalam perjanjian meliputi satu hotel yang telah beroperasi serta sejumlah aset pengembangan berorientasi hospitality dengan potensi kapasitas hingga sekitar 5.000 kamar. Seluruh rencana pengembangan tersebut tetap bergantung pada hasil studi lanjutan dan persetujuan regulator yang berlaku.

Secara rinci, DIM dan Thakher Development Company menyepakati akuisisi Novotel Makkah Thakher City yang memiliki 1.461 kamar, serta 14 bidang tanah dengan total luas sekitar 4,4 hektare. Lahan tersebut disiapkan untuk pengembangan jangka panjang dalam satu master plan terpadu.

Master plan pengembangan diarahkan mencakup fasilitas perhotelan, area ritel, serta sarana pendukung lainnya, dan diselaraskan dengan kerangka pengembangan tata kota Makkah. Proses pengembangan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek kelayakan, regulasi, dan prinsip tata kelola yang prudent.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya