LANGIT7.ID-Jakarta; Danantara Indonesia mulai memposisikan diri sebagai pemain strategis dalam penyediaan akomodasi bagi jemaah haji dan umrah Indonesia di Arab Saudi. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Danantara Investment Management (DIM) dan Thakher Development Company terkait akuisisi aset perhotelan dan real estat di kawasan Thakher City, Makkah.
Kawasan Thakher City merupakan pengembangan terpadu yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjid Al-Haram. Lokasi ini dinilai strategis untuk mendukung kebutuhan akomodasi jemaah, seiring tingginya arus jamaah dari Indonesia setiap tahun, baik untuk ibadah haji maupun umrah.
CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan bahwa transaksi ini menjadi pijakan awal bagi keterlibatan Danantara di sektor hospitality Makkah. Menurutnya, langkah tersebut disusun secara terukur dan merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia.
“Setiap tahunnya, jumlah jemaah umrah Indonesia tercatat mencapai lebih dari dua juta orang, sementara jumlah jemaah haji Indonesia secara konsisten berada di atas dua ratus ribu jemaah,” kata dia dalam keterangannya, dikutip Senin (15/14/2025).
Dalam fase awal ini, aset yang tercakup dalam perjanjian meliputi satu hotel yang telah beroperasi serta sejumlah aset pengembangan berorientasi hospitality dengan potensi kapasitas hingga sekitar 5.000 kamar. Seluruh rencana pengembangan tersebut tetap bergantung pada hasil studi lanjutan dan persetujuan regulator yang berlaku.
Secara rinci, DIM dan Thakher Development Company menyepakati akuisisi Novotel Makkah Thakher City yang memiliki 1.461 kamar, serta 14 bidang tanah dengan total luas sekitar 4,4 hektare. Lahan tersebut disiapkan untuk pengembangan jangka panjang dalam satu master plan terpadu.
Master plan pengembangan diarahkan mencakup fasilitas perhotelan, area ritel, serta sarana pendukung lainnya, dan diselaraskan dengan kerangka pengembangan tata kota Makkah. Proses pengembangan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek kelayakan, regulasi, dan prinsip tata kelola yang prudent.
“Penandatanganan ini merupakan langkah awal yang penting dalam mengamankan aset-aset strategis yang dapat mendukung upaya Indonesia dalam meningkatkan layanan bagi para jemaah. Meskipun kepemilikan atas aset-aset yang diidentifikasi telah diformalkan melalui perjanjian ini, pengembangan berikutnya akan dilaksanakan secara bertahap, berdasarkan kajian kelayakan yang komprehensif, pertimbangan regulasi, serta standar tata kelola yang prudent,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan proyek ini, Danantara didukung oleh Al Khomasiah Real Estate Development sebagai mitra pengembangan lokal strategis. Mitra ini dihadirkan untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi setempat, praktik pengembangan, serta perencanaan jangka panjang di Kerajaan Arab Saudi.
Kajian awal menunjukkan bahwa aset yang diakuisisi berpotensi menopang penyediaan layanan akomodasi bagi jemaah haji dan umrah Indonesia, dengan tetap mengacu pada studi teknis lanjutan dan pemenuhan seluruh ketentuan perizinan.
Rosan menegaskan bahwa perjanjian ini juga menjadi fondasi bagi kerja sama jangka panjang di sektor perhotelan Arab Saudi. Seluruh tahapan lanjutan, mulai dari pengembangan, konstruksi, hingga operasional, akan dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi dan Indonesia.
“Seluruh tahapan tersebut akan dilaksanakan melalui koordinasi erat dengan otoritas terkait di Arab Saudi dan Indonesia,” tutur Rosan.
Sejalan dengan itu, Danantara Indonesia juga tengah menjalin koordinasi dengan Royal Commission for Makkah City and Holy Sites dalam proses penawaran (bidding) yang masih berlangsung sebagai bagian dari fase awal pengembangan kerja sama jangka panjang.
“Sebagai institusi yang memiliki mandat untuk mengelola dan mengoptimalkan investasi negara, Danantara Indonesia memandang inisiatif ini sebagai bagian dari pendekatan jangka panjang yang lebih luas dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional serta nilai-nilai Asta Cita,” tambah Rosan.
Melalui pendekatan bertahap yang akuntabel dan didukung tata kelola kelembagaan yang kuat, Danantara menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap tahapan pengembangan memberikan nilai publik yang berkelanjutan dan terukur, khususnya bagi peningkatan layanan jemaah Indonesia di Tanah Suci.
(lam)