Pemerintah Aceh Resmi Surati PBB dan Lembaga Internasional, Meminta Bantuan Pascabencana
Lusi mahgriefie
Selasa, 16 Desember 2025 - 09:12 WIB
Gubernur Aceh Muzakir Manaf
Pemerintah Aceh telah resmi melayangkan surat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan sejumlah lembaga kemanusiaan internasional untuk meminta bantuan darurat, terkait bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh sejak hampir tiga pekan ini.
Langkah tersebut diambil karena dampak bencana dinilai sangat luas, sementara distribusi bantuan di lapangan masih bersifat sporadis dan belum menjangkau seluruh wilayah terdampak.
"Secara khusus Pemerintah Aceh, secara resmi juga telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004 seperti UNDP dan UNICEF," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA kepada media, dikutip Selasa (16/12/2025).
Baca juga: Update BNPB: 1.016 Orang Tewas Akibat Bencana Sumatera dan 212 Orang Belum Ditemukan
Muhammad mengatakan, saat ini juga telah ada 77 lembaga beserta 1.960 relawan yang telah membantu penanganan bencana di Aceh. Mereka merupakan lembaga atau NGO lokal, nasional dan internasional serta keterlibatan relawan dam lembaga diperkirakan akan terus bertambah.
Beberapa lembaga disebut sudah masuk dalam Desk Relawan BNPB untuk Aceh seperti Save The Children, Islamic Relief, ABF, DH Charity, FKKMK UGM, Mahtan Makassar, Relawan Nusantara, Baznas, EMT AHS UGM, Koalisi NGO HAM, Katahati Institute, Orari, Yayasan Geutanyoe dan beberapa lainnya.
Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh sejak akhir November lalu mengakibatkan puluhan kabupaten dan kota di Aceh mengalami banjir besar, tanah longsor, serta kerusakan infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, jaringan listrik, dan fasilitas kesehatan.
Langkah tersebut diambil karena dampak bencana dinilai sangat luas, sementara distribusi bantuan di lapangan masih bersifat sporadis dan belum menjangkau seluruh wilayah terdampak.
"Secara khusus Pemerintah Aceh, secara resmi juga telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004 seperti UNDP dan UNICEF," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA kepada media, dikutip Selasa (16/12/2025).
Baca juga: Update BNPB: 1.016 Orang Tewas Akibat Bencana Sumatera dan 212 Orang Belum Ditemukan
Muhammad mengatakan, saat ini juga telah ada 77 lembaga beserta 1.960 relawan yang telah membantu penanganan bencana di Aceh. Mereka merupakan lembaga atau NGO lokal, nasional dan internasional serta keterlibatan relawan dam lembaga diperkirakan akan terus bertambah.
Beberapa lembaga disebut sudah masuk dalam Desk Relawan BNPB untuk Aceh seperti Save The Children, Islamic Relief, ABF, DH Charity, FKKMK UGM, Mahtan Makassar, Relawan Nusantara, Baznas, EMT AHS UGM, Koalisi NGO HAM, Katahati Institute, Orari, Yayasan Geutanyoe dan beberapa lainnya.
Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh sejak akhir November lalu mengakibatkan puluhan kabupaten dan kota di Aceh mengalami banjir besar, tanah longsor, serta kerusakan infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, jaringan listrik, dan fasilitas kesehatan.