Gandeng Bank Muamalat Indonesia, Avrist Rilis Reksa Dana Syariah Berbasis Sukuk Korporasi
Tim langit 7
Rabu, 17 Desember 2025 - 09:32 WIB
Gandeng Bank Muamalat Indonesia, Avrist Rilis Reksa Dana Syariah Berbasis Sukuk Korporasi
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Avrist Asset Management resmi meluncurkan Reksa Dana Syariah Avrist Sukuk Berkah 9, produk investasi syariah yang menyasar investor dengan profil risiko konservatif hingga moderat. Produk ini menawarkan indikasi imbal hasil sebesar 6,0 persen nett per tahun dengan tenor investasi selama tiga tahun, sekaligus memberikan proteksi pokok hingga jatuh tempo.
Peluncuran produk ini menggandeng PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sebagai bank kustodian. Masa penawaran yang berlangsung pada 24 November hingga 10 Desember 2025 bahkan harus ditutup lebih cepat setelah seluruh kuota investasi terserap 100 persen, mencerminkan tingginya minat investor terhadap instrumen syariah berimbal hasil tetap.
Presiden Direktur Avrist Asset Management Cholis Baidowi mengatakan tren investasi syariah di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya instrumen investasi yang halal, terukur, dan stabil.
“Kami sangat antusias dengan peluncuran Reksa Dana Syariah Avrist Sukuk Berkah 9, yang merupakan respons langsung kami terhadap pertumbuhan signifikan minat investasi berbasis syariah di Indonesia. Produk ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan investor yang mencari imbal hasil kompetitif, dengan indikasi 6,0% nett per tahun, sekaligus mendapatkan proteksi atas pokok investasi, didukung oleh underlying asset sukuk korporasi yang berkualitas,” ujar Cholis dalam keterangan resmi, Rabu (17/12/2025).
Ia menambahkan, peluncuran ini tidak hanya menghadirkan produk baru, tetapi juga menandai tonggak strategis kerja sama Avrist Asset Management dengan Bank Muamalat. Kolaborasi tersebut menjadikan Avrist sebagai manajer investasi pertama yang menggunakan layanan kustodian Bank Muamalat, sekaligus memastikan seluruh proses investasi berjalan sesuai prinsip syariah dengan tata kelola yang transparan.
Senada dengan itu, Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia Imam Teguh Saptono menyampaikan bahwa hingga kini pilihan bank kustodian dengan layanan berbasis syariah masih terbatas, sementara kebutuhan terhadap efek syariah terus meningkat.
“Sinergi Bank Kustodian Muamalat dan Avrist Asset Management memastikan bahwa seluruh mekanisme produk investasi mengikuti pedoman syariah, dikelola secara profesional, dan memiliki tata kelola yang transparan bagi investor. Dengan keunggulan layanan yang dimiliki, Insya Allah Bank Kustodian Muamalat dapat memberikan kemudahan bagi para investor untuk mengelola aset secara lebih efisien dan terukur sesuai dengan prinsip syariah,” kata Imam.
Peluncuran produk ini menggandeng PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sebagai bank kustodian. Masa penawaran yang berlangsung pada 24 November hingga 10 Desember 2025 bahkan harus ditutup lebih cepat setelah seluruh kuota investasi terserap 100 persen, mencerminkan tingginya minat investor terhadap instrumen syariah berimbal hasil tetap.
Presiden Direktur Avrist Asset Management Cholis Baidowi mengatakan tren investasi syariah di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya instrumen investasi yang halal, terukur, dan stabil.
“Kami sangat antusias dengan peluncuran Reksa Dana Syariah Avrist Sukuk Berkah 9, yang merupakan respons langsung kami terhadap pertumbuhan signifikan minat investasi berbasis syariah di Indonesia. Produk ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan investor yang mencari imbal hasil kompetitif, dengan indikasi 6,0% nett per tahun, sekaligus mendapatkan proteksi atas pokok investasi, didukung oleh underlying asset sukuk korporasi yang berkualitas,” ujar Cholis dalam keterangan resmi, Rabu (17/12/2025).
Ia menambahkan, peluncuran ini tidak hanya menghadirkan produk baru, tetapi juga menandai tonggak strategis kerja sama Avrist Asset Management dengan Bank Muamalat. Kolaborasi tersebut menjadikan Avrist sebagai manajer investasi pertama yang menggunakan layanan kustodian Bank Muamalat, sekaligus memastikan seluruh proses investasi berjalan sesuai prinsip syariah dengan tata kelola yang transparan.
Senada dengan itu, Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia Imam Teguh Saptono menyampaikan bahwa hingga kini pilihan bank kustodian dengan layanan berbasis syariah masih terbatas, sementara kebutuhan terhadap efek syariah terus meningkat.
“Sinergi Bank Kustodian Muamalat dan Avrist Asset Management memastikan bahwa seluruh mekanisme produk investasi mengikuti pedoman syariah, dikelola secara profesional, dan memiliki tata kelola yang transparan bagi investor. Dengan keunggulan layanan yang dimiliki, Insya Allah Bank Kustodian Muamalat dapat memberikan kemudahan bagi para investor untuk mengelola aset secara lebih efisien dan terukur sesuai dengan prinsip syariah,” kata Imam.