Kementerian Kebudayaan Aktifkan Museum Yogya Kembali, Fadli Zon Tekankan Pentingnya Sejarah Bangsa
Tim langit 7
Rabu, 17 Desember 2025 - 16:14 WIB
Kementerian Kebudayaan Aktifkan Museum Yogya Kembali, Fadli Zon Tekankan Pentingnya Sejarah Bangsa
LANGIT7.ID-Yogyakarta; Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Sarana dan Prasarana Kebudayaan melakukan aktivasi ruang publik Museum Monumen Yogya Kembali di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengambil tema “Refleksi 77 Tahun Agresi Militer Belanda II”, aktivasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menegaskan kembali peran strategis Monumen Yogyakarta Kembali sebagai ruang budaya dan sarana edukasi sejarah bagi masyarakat.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa keberadaan monumen sejarah merupakan bagian integral dari upaya negara dalam menjaga ingatan kolektif bangsa.
“Museum Monumen Jogja Kembali ini punya latar belakang peristiwa besar, yakni Deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada tanggal 19 Desember yang kini diperingati menjadi Hari Bela Negara. Ke depannya, seluruh museum sejarah di Yogyakarta maupun di seluruh Indonesia dapat menjadi ruang edukasi sekaligus menjadi ruang-ruang budaya yang hidup,” ungkap Menbud Fadli dalam keterangan resmi, Rabu (17/12/2025).
Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan optimis bahwa aktivasi ruang publik Museum Monumen Yogya Kembali dapat menumbuhkan peluang ekonomi kreatif. Peluang tersebut dapat berjalan dengan partisipasi aktif dari sejumlah pegiat budaya di kawasan Yogyakarta.
“Museum Monumen Yogyakarta Kembali ini punya potensi besar sebagai pusat edukasi sejarah dan ruang publik kebudayaan. Yogyakarta merupakan kota yang memiliki keistimewaan, yaitu kekayaan sejarah, budaya, bahkan kaya akan musisi, seniman dan budayawan,” terang Menteri Fadli.
Tidak hanya itu, Menteri Fadli menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan akan terus berkomitmen untuk mengaktivasi ruang publik dan museum melalui berbagai kegiatan budaya. Ia menambahkan, “Tentu Kementerian Kebudayaan sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga lain. Begitu juga dengan swasta atau komunitas, asosiasi, sanggar-sanggar, serta individu-individu yang peduli dengan kekayaan budaya kita,” jelas Menbud Fadli.
Selaras dengan pernyataan tersebut, Kepala Museum Monumen Yogya Kembali, Yudi Pranowo, berharap bahwa kegiatan aktivasi ini dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk berkunjung ke museum. “Melalui kegiatan ini, kami berharap semua aktivasi dapat memberdayakan museum sebagai area publik yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai komunitas dan masyarakat,” tutur Yudi.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa keberadaan monumen sejarah merupakan bagian integral dari upaya negara dalam menjaga ingatan kolektif bangsa.
“Museum Monumen Jogja Kembali ini punya latar belakang peristiwa besar, yakni Deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada tanggal 19 Desember yang kini diperingati menjadi Hari Bela Negara. Ke depannya, seluruh museum sejarah di Yogyakarta maupun di seluruh Indonesia dapat menjadi ruang edukasi sekaligus menjadi ruang-ruang budaya yang hidup,” ungkap Menbud Fadli dalam keterangan resmi, Rabu (17/12/2025).
Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan optimis bahwa aktivasi ruang publik Museum Monumen Yogya Kembali dapat menumbuhkan peluang ekonomi kreatif. Peluang tersebut dapat berjalan dengan partisipasi aktif dari sejumlah pegiat budaya di kawasan Yogyakarta.
“Museum Monumen Yogyakarta Kembali ini punya potensi besar sebagai pusat edukasi sejarah dan ruang publik kebudayaan. Yogyakarta merupakan kota yang memiliki keistimewaan, yaitu kekayaan sejarah, budaya, bahkan kaya akan musisi, seniman dan budayawan,” terang Menteri Fadli.
Tidak hanya itu, Menteri Fadli menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan akan terus berkomitmen untuk mengaktivasi ruang publik dan museum melalui berbagai kegiatan budaya. Ia menambahkan, “Tentu Kementerian Kebudayaan sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga lain. Begitu juga dengan swasta atau komunitas, asosiasi, sanggar-sanggar, serta individu-individu yang peduli dengan kekayaan budaya kita,” jelas Menbud Fadli.
Selaras dengan pernyataan tersebut, Kepala Museum Monumen Yogya Kembali, Yudi Pranowo, berharap bahwa kegiatan aktivasi ini dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk berkunjung ke museum. “Melalui kegiatan ini, kami berharap semua aktivasi dapat memberdayakan museum sebagai area publik yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai komunitas dan masyarakat,” tutur Yudi.