Menbud Fadli Zon Apresiasi Lawang Sewu Short Film Festival 2025, Film Ditegaskan sebagai Soft Power Bangsa
Tim langit 7
Sabtu, 20 Desember 2025 - 20:44 WIB
Menbud Fadli Zon Apresiasi Lawang Sewu Short Film Festival 2025, Film Ditegaskan sebagai Soft Power Bangsa
LANGIT7.ID-Semarang; Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Malam Anugerah Lawang Sewu Short Film Festival (LSSFF) 2025 yang digagas oleh Pemerintah Kota Semarang. Festival yang berlangsung di Gedung Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Gedung Raden Saleh (TBRS), Semarang, ini menjadi ruang apresiasi bagi karya film pendek, sekaligus wadah kolaborasi dan regenerasi sineas muda yang berakar pada kekayaan budaya lokal.
LSSFF menempatkan sinema sebagai medium strategis yang menyajikan keragaman budaya, mendokumentasikan memori kolektif bangsa, dan memperkenalkan jati diri Indonesia ke tingkat internasional. Dalam gelaran perdananya, festival yang dibuka sejak 15 September 2025 ini berhasil menjaring 144 film pendek dari seluruh Indonesia dengan tiga kategori, yakni pelajar, mahasiswa, dan umum. Melalui proses kurasi ketat, 21 film pendek terpilih sukses menembus babak final.
Apresiasi disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, atas inisiatif Pemerintah Kota Semarang dalam mengembangkan ekosistem perfilman melalui LSSFF. “Kami sangat mendukung penyelenggaraan Lawang Sewu Short Film Festival ini, dan berharap festival ini dapat berkelanjutan serta berkesinambungan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/12/2025).
Menbud Fadli Zon menegaskan peran film sebagai soft power bangsa. Menurutnya, film pendek merupakan sebuah peluang besar dalam pemajuan kebudayaan. Film merupakan medium yang sangat dekat dengan berbagai cabang seni, mulai dari seni peran, sastra, musik, seni pertunjukan, tari hingga fesyen.
Menyoroti hal tersebut, Kementerian Kebudayaan secara konsisten memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui berbagai program strategis, antara lain penyediaan dana perfilman Indonesia melalui skema matching fund serta memfasilitasi keikutsertaan sineas Indonesia dalam berbagai festival film internasional.
“Di Cannes, Prancis, kehadiran Indonesia kini semakin diperhitungkan. Mudah-mudahan pada 2028 Indonesia dapat menjadi guest of honor di festival tersebut,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Sementara di dalam negeri, Menbud menyoroti penyelenggaraan JAFF Film Festival dan JAFF Market sebagai platform strategis yang membuka ruang kolaborasi, jejaring, dan penguatan ekosistem bagi insan perfilman Indonesia.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan apresiasi atas perhatian Menteri Kebudayaan terhadap pelestarian warisan budaya Kota Semarang. Ia menilai peninjauan sejumlah situs budaya yang dilakukan oleh Menbud Fadli Zon sebagai langkah strategis, sekaligus menyambut antusias rencana renovasi dan pengembangan ruang aktivitas budaya bagi masyarakat Semarang yang akan dilakukan Kementerian Kebudayaan ke depan.
LSSFF menempatkan sinema sebagai medium strategis yang menyajikan keragaman budaya, mendokumentasikan memori kolektif bangsa, dan memperkenalkan jati diri Indonesia ke tingkat internasional. Dalam gelaran perdananya, festival yang dibuka sejak 15 September 2025 ini berhasil menjaring 144 film pendek dari seluruh Indonesia dengan tiga kategori, yakni pelajar, mahasiswa, dan umum. Melalui proses kurasi ketat, 21 film pendek terpilih sukses menembus babak final.
Apresiasi disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, atas inisiatif Pemerintah Kota Semarang dalam mengembangkan ekosistem perfilman melalui LSSFF. “Kami sangat mendukung penyelenggaraan Lawang Sewu Short Film Festival ini, dan berharap festival ini dapat berkelanjutan serta berkesinambungan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/12/2025).
Menbud Fadli Zon menegaskan peran film sebagai soft power bangsa. Menurutnya, film pendek merupakan sebuah peluang besar dalam pemajuan kebudayaan. Film merupakan medium yang sangat dekat dengan berbagai cabang seni, mulai dari seni peran, sastra, musik, seni pertunjukan, tari hingga fesyen.
Menyoroti hal tersebut, Kementerian Kebudayaan secara konsisten memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui berbagai program strategis, antara lain penyediaan dana perfilman Indonesia melalui skema matching fund serta memfasilitasi keikutsertaan sineas Indonesia dalam berbagai festival film internasional.
“Di Cannes, Prancis, kehadiran Indonesia kini semakin diperhitungkan. Mudah-mudahan pada 2028 Indonesia dapat menjadi guest of honor di festival tersebut,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Sementara di dalam negeri, Menbud menyoroti penyelenggaraan JAFF Film Festival dan JAFF Market sebagai platform strategis yang membuka ruang kolaborasi, jejaring, dan penguatan ekosistem bagi insan perfilman Indonesia.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan apresiasi atas perhatian Menteri Kebudayaan terhadap pelestarian warisan budaya Kota Semarang. Ia menilai peninjauan sejumlah situs budaya yang dilakukan oleh Menbud Fadli Zon sebagai langkah strategis, sekaligus menyambut antusias rencana renovasi dan pengembangan ruang aktivitas budaya bagi masyarakat Semarang yang akan dilakukan Kementerian Kebudayaan ke depan.