Walikota Muslim Pertama dan Era Baru di Kota New York
Tim langit 7
Selasa, 30 Desember 2025 - 13:58 WIB
Walikota Muslim Pertama dan Era Baru di Kota New York
Oleh: Shamsi Ali Al-Nuyorki
LANGIT7.ID-Sejak kemenangannya pada pemilihan walikota New York bulan Nopember lalu, bahkan sejak memenangkan pemilihan awal (Primary election) Juni lalu, nama Zohran Mamdani melejit dikenal khalayak ramai, tidak saja di Kota New York dan Amerika, tapi di seluruh penjuru dunia. Warga pendatang asal Afrika keturunan India ini mencatat sejarah memenangkan dengan mengalahkan seorang calon kuat, mantan Gubernur, yang didukung oleh tokoh-tokoh partai dan pemilik modal (oligarki). Dengan kemenangannya di pemilihan nopember lalu terjadi catatan sejarah sebagai Walikota imigran dari Asia Selatan, termuda, dan yang penting adalah sebagai Muslim pertama.
Sebagai salah seorang yang membersamai perjalanan panjang perjuangan Zohran memenangkan pemilihan walikota New York ini, saya ikut merasakan pahit getirnya jalan-jalan yang dilalui. Dari penilaian sebelah mata karena dianggap kurang pengalaman, ke pencalonannya yang berawal dengan hanya 1% popularitas, hingga resistensi yang dihadapinya karena keyakinan dan agamanya sebagai Muslim. Ditambah lagi karena konsistensi Zohran dalam membela hak-hak mereka yang terzholimi dan termarjinalkan, khususnya bangsa Palestina. Sungguh perjalanan itu penuh duri (thorny) dan memerlukan keberanian, motivasi tinggi dan konsistensi yang kokoh tak tergoyahkan.
Kini semua itu telah dilalui dan dengan izin Penguasa alam semesta, Zohran telah resmi terpiliih sebagai walikota (Mayor elect). Sejak terpilihnya, Zohran telah membentuk tim transisi sejumlah 400 orang yang diamanahi membantu merancang kebijakan, sekaligus ikut merekomendasi calon-calon pejabat yang akan duduk di pemerintahannya. Saya salah seorang yang mendapat kehormatan terpilih sebagai anggota tim transisi di bidang immigrant justice atau keadilan bagi warga imigran. Sebuah tugas yang tidak mudah mengingat saat ini Pemerintahan Donald Trump memperlakukan warga imigran secara tidak terhormat dan seringkali di luar batas hukum dan Konstitusi.
Sejak terpilihnya, Zohran sendiri telah melakukan berbagai langkah kongkrit untuk pembenahan administrative maupun langkah-langkah untuk mewujudkan janji-janji politiknya, khususnya dalam kehidupan yang lebih terjangkau (affordability). Setelah menetapkan Wakil Walikota pertama dan Kepala Staffnya, Zohran juga telah memutuskan untuk tetap mempertahankan Jessica Tish sebagai Kepala Kepolisian. Walau sebagian ada yang kurang setuju dengan Tish sebagai Kepala Kepolisian, penetapan ini dinilai bijak oleh sebagian kalangan. Bukan saja sebagai respon kepada resistensi sebagian Komunitas Yahudi kepada Zohran. Tapi yang terpenting penetapan Tish didasarkan kepada capaian dia sebagai Kepala Kepolisian (NYPD Commissioner) selama ini.
Selain Wakil Walikota, Kepala Staff (chief of staff) dan kepala kepolisian, Zohran juga telah menetapkan, di antaranya, kepala Pemadam Kebakaran New York (NYFD). Penetapan ini juga menjadi perbincangan luas, termasuk Elon Musk yang ikut mengomentari. Mungkin Elon Musk kurang kerjaan sehingga sibuk memikirkan siapa yang harusnya menjadi kepala pemadam kebakaran di Kota New York. Sekain itu ada beberapa Komisioner (Kepala department) di antaranya yang baru adalah Commissioner for Economic Justice. Departemen baru ini dinilai sebagai embodiment komitmen Zohran dalam pemerataan dan keadilan sosial.
Dua Jumat lalu, 19 Desember, saya hadir di sebuah acara Komunitas Bangladesh; Bhalo (Bangladeshi Humanitarian and Leadership Outreach). Di acara itu Zohran menjadi bintang tamu. Kebetulan saya dan Zohran duduk berdampingan di satu meja. Di tengah-tengah hiruk pikuknya acara malam itu, di mana banyak pejabat kota maupun negara bagian New York yang hadir, termasuk Wakil Gubernur New York, saya sempat berbisik kepada sang Walikota: “Alhamdulillah, saya sangat berbahagia dan bangga dengan terpilihnya saudara seiman saya menjadi Walikota. Tentu selain doa, saya ingin memastikan jika kita Komunitas Muslim akan mengawal dan memastikan bahwa pemerintahan Kota New York di tangan saudara saya berhasil”.
LANGIT7.ID-Sejak kemenangannya pada pemilihan walikota New York bulan Nopember lalu, bahkan sejak memenangkan pemilihan awal (Primary election) Juni lalu, nama Zohran Mamdani melejit dikenal khalayak ramai, tidak saja di Kota New York dan Amerika, tapi di seluruh penjuru dunia. Warga pendatang asal Afrika keturunan India ini mencatat sejarah memenangkan dengan mengalahkan seorang calon kuat, mantan Gubernur, yang didukung oleh tokoh-tokoh partai dan pemilik modal (oligarki). Dengan kemenangannya di pemilihan nopember lalu terjadi catatan sejarah sebagai Walikota imigran dari Asia Selatan, termuda, dan yang penting adalah sebagai Muslim pertama.
Sebagai salah seorang yang membersamai perjalanan panjang perjuangan Zohran memenangkan pemilihan walikota New York ini, saya ikut merasakan pahit getirnya jalan-jalan yang dilalui. Dari penilaian sebelah mata karena dianggap kurang pengalaman, ke pencalonannya yang berawal dengan hanya 1% popularitas, hingga resistensi yang dihadapinya karena keyakinan dan agamanya sebagai Muslim. Ditambah lagi karena konsistensi Zohran dalam membela hak-hak mereka yang terzholimi dan termarjinalkan, khususnya bangsa Palestina. Sungguh perjalanan itu penuh duri (thorny) dan memerlukan keberanian, motivasi tinggi dan konsistensi yang kokoh tak tergoyahkan.
Kini semua itu telah dilalui dan dengan izin Penguasa alam semesta, Zohran telah resmi terpiliih sebagai walikota (Mayor elect). Sejak terpilihnya, Zohran telah membentuk tim transisi sejumlah 400 orang yang diamanahi membantu merancang kebijakan, sekaligus ikut merekomendasi calon-calon pejabat yang akan duduk di pemerintahannya. Saya salah seorang yang mendapat kehormatan terpilih sebagai anggota tim transisi di bidang immigrant justice atau keadilan bagi warga imigran. Sebuah tugas yang tidak mudah mengingat saat ini Pemerintahan Donald Trump memperlakukan warga imigran secara tidak terhormat dan seringkali di luar batas hukum dan Konstitusi.
Sejak terpilihnya, Zohran sendiri telah melakukan berbagai langkah kongkrit untuk pembenahan administrative maupun langkah-langkah untuk mewujudkan janji-janji politiknya, khususnya dalam kehidupan yang lebih terjangkau (affordability). Setelah menetapkan Wakil Walikota pertama dan Kepala Staffnya, Zohran juga telah memutuskan untuk tetap mempertahankan Jessica Tish sebagai Kepala Kepolisian. Walau sebagian ada yang kurang setuju dengan Tish sebagai Kepala Kepolisian, penetapan ini dinilai bijak oleh sebagian kalangan. Bukan saja sebagai respon kepada resistensi sebagian Komunitas Yahudi kepada Zohran. Tapi yang terpenting penetapan Tish didasarkan kepada capaian dia sebagai Kepala Kepolisian (NYPD Commissioner) selama ini.
Selain Wakil Walikota, Kepala Staff (chief of staff) dan kepala kepolisian, Zohran juga telah menetapkan, di antaranya, kepala Pemadam Kebakaran New York (NYFD). Penetapan ini juga menjadi perbincangan luas, termasuk Elon Musk yang ikut mengomentari. Mungkin Elon Musk kurang kerjaan sehingga sibuk memikirkan siapa yang harusnya menjadi kepala pemadam kebakaran di Kota New York. Sekain itu ada beberapa Komisioner (Kepala department) di antaranya yang baru adalah Commissioner for Economic Justice. Departemen baru ini dinilai sebagai embodiment komitmen Zohran dalam pemerataan dan keadilan sosial.
Dua Jumat lalu, 19 Desember, saya hadir di sebuah acara Komunitas Bangladesh; Bhalo (Bangladeshi Humanitarian and Leadership Outreach). Di acara itu Zohran menjadi bintang tamu. Kebetulan saya dan Zohran duduk berdampingan di satu meja. Di tengah-tengah hiruk pikuknya acara malam itu, di mana banyak pejabat kota maupun negara bagian New York yang hadir, termasuk Wakil Gubernur New York, saya sempat berbisik kepada sang Walikota: “Alhamdulillah, saya sangat berbahagia dan bangga dengan terpilihnya saudara seiman saya menjadi Walikota. Tentu selain doa, saya ingin memastikan jika kita Komunitas Muslim akan mengawal dan memastikan bahwa pemerintahan Kota New York di tangan saudara saya berhasil”.