CahayaDhuha: Abdullah Bin Rawahah Radhiallahu 'anhu
Tim langit 7
Rabu, 31 Desember 2025 - 09:59 WIB
CahayaDhuha: Abdullah Bin Rawahah Radhiallahu 'anhu
LANGIT7.ID-Suatu saat Abdullah bin Rawahah tiba-tiba saja menangis, melihat keadaan itu istrinya ikut menangis, iapun bertanya kepada istrinya, "Mengapa engkau ikut menangis?"
"Apa yang menyebabkan engkau menangis, itulah yang membuatku ikut menangis." Kata istrinya.
Mendengar jawaban itu, Abdullah berkata, "Ketika aku ingat, bahwa aku akan menyeberangi neraka melalui shirat, aku tidak tahu apakah aku akan selamat atau akan celaka?"
Ketika Rasulullah ﷺ mempersiapkan pasukan ke Mu'tah, Beliau berpesan bahwa pimpinan pasukan adalah Zaid bin Haritsah, jika ia gugur penggantinya adalah Ja'far bin Abu Thalib, dan jika Ja'far gugur penggantinya adalah Abdullah bin Rawahah.
Saat itu hari jum'at, saat pasukan telah berangkat, Ibnu Rawahah tidak ikut serta karena ingin shalat jum'at dahulu bersama Rasulullah ﷺ, baru setelah itu ia akan menyusul. Usai shalat jum'at, ketika Nabi ﷺ melihat Ibnu Rawahah, Beliau bertanya, "Apa yang menghalangimu untuk berangkat pagi-pagi bersama sahabat-sahabatmu?"
Ibnu Rawahah menjelaskan kalau masih ingin shalat jum'at bersama Beliau. Tetapi justru Nabi ﷺ mencela sikapnya itu. Beliau bersabda, "Jika engkau mampu bersedekah dengan semua yang ada di muka bumi, tentu engkau tidak akan mencapai pahala yang mereka peroleh sejak pagi ini!"
Mendengar teguran Nabi ﷺ tersebut, Ibnu Rawahah segera memacu tunggangannya menyusul induk pasukan yang telah berangkat, dan langsung bergabung dengan mereka.
"Apa yang menyebabkan engkau menangis, itulah yang membuatku ikut menangis." Kata istrinya.
Mendengar jawaban itu, Abdullah berkata, "Ketika aku ingat, bahwa aku akan menyeberangi neraka melalui shirat, aku tidak tahu apakah aku akan selamat atau akan celaka?"
Ketika Rasulullah ﷺ mempersiapkan pasukan ke Mu'tah, Beliau berpesan bahwa pimpinan pasukan adalah Zaid bin Haritsah, jika ia gugur penggantinya adalah Ja'far bin Abu Thalib, dan jika Ja'far gugur penggantinya adalah Abdullah bin Rawahah.
Saat itu hari jum'at, saat pasukan telah berangkat, Ibnu Rawahah tidak ikut serta karena ingin shalat jum'at dahulu bersama Rasulullah ﷺ, baru setelah itu ia akan menyusul. Usai shalat jum'at, ketika Nabi ﷺ melihat Ibnu Rawahah, Beliau bertanya, "Apa yang menghalangimu untuk berangkat pagi-pagi bersama sahabat-sahabatmu?"
Ibnu Rawahah menjelaskan kalau masih ingin shalat jum'at bersama Beliau. Tetapi justru Nabi ﷺ mencela sikapnya itu. Beliau bersabda, "Jika engkau mampu bersedekah dengan semua yang ada di muka bumi, tentu engkau tidak akan mencapai pahala yang mereka peroleh sejak pagi ini!"
Mendengar teguran Nabi ﷺ tersebut, Ibnu Rawahah segera memacu tunggangannya menyusul induk pasukan yang telah berangkat, dan langsung bergabung dengan mereka.