home masjid

CahayaDhuha: Pejabat Bijak dan Sederhana

Sabtu, 03 Januari 2026 - 09:42 WIB
CahayaDhuha: Pejabat Bijak dan Sederhana
LANGIT7.ID-Khalifah Umar bin Khattab dikenal sebagai pemimpin kharismatik yang selalu siap melayani rakyatnya. Ia tegakan hukum dan keadilan dengan tegas demi kepentingan negara dan agama.

Suatu hari, sepulang dari masjid, Umar melihat seorang anak lelakinya yang masih kecil sedang menangis. Dengan terheran-heran beliau bertanya. "Mengapa engkau menangis, anakku? Apa yang terjadi,"katanya kepada anak itu.

Putranya menjawab dengan tersedu-sedu. "Teman-temanku selalu memperhatikan tambalan-tambalan bajuku. Bahkan mereka mengatakan, lihat baju anak seorang khalifah tambalannya sampai 14. Malah ada yang ditambal dengan kulit kayu.

Mendengar penuturan putrannya Umar merasa sedih dan iba. Ia berusaha menenangkannya. "Anakku, merupakan kebijakanku untuk tidak menempatkan kemewahan dalam kepemimpinanku. Walau begitu, keluhanmu akan ayah perhatikan,"ungkap Sayidina Umar kepada putranya.

Kemudian Umar melangkah pergi ke bendahara kas negara. Di sana ia berkata pada bendahara negara. "Pinjamilah aku uang sebesar empat dirham dari kas negara sampai bulan depan. Potonglah gajiku bulan depan untuk pinjaman itu."

Mendengar itu, pejabat bendahara kas negara iyu menjawab keinginan umar. "Wahai khalifah, ada apa denganmu? Mantapkah keyakinanmu untuk memimjam uang sebanyak itu? Kalau Anda meningga dunia sebelum dapat melunasi semua hutangmu terhadap negara bagaimana?"

Mendengar jawaban bendahara kas negara seperti itu, Khalifah Umar bin Khattab menangis karena ketakutan kepada Allah. Ia lantas pulang menemui putrannya seraya berkata. "Duhai anakku, maafkan ayahmu. Bukan ayah tidak ingin membelikan baju untukmu, tetapi ayah tidak ingin dicap sebagai pemimpin yang hidup mengada-ada. Apa lagi bermewah-mewah mengunakan uang negara. Maka dari itu, Nak, kembalilah engkau bermain dan bersekolah bersama teman-temanmu dengan pakaian yang mampu ayah belikan. Sungguh, ayah tak mampu membelikan pakaian diluar kemampuan ayah. Ingatkah, dihadapan Allah, ketaqwaanlah yang utama."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya