Warga Perumahan Telaga Harapan Sambut Baik Respons Pj Bupati Soal Penolakan Underpass
Tim langit 7
Senin, 05 Januari 2026 - 14:32 WIB
Warga Perumahan Telaga Harapan Sambut Baik Respons Pj Bupati Soal Penolakan Underpass
LANGIT7.ID-Cikarang Barat; Perjuangan warga Perum Telaga Harapan menolak proyek pembangunan underpass tidak pernah surut. Senin (5/1/2026) Delegasi warga Perumahan Telaga Harapan diterima langsung oleh Pj Bupati Kabupaten Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja. Kehadiran tim ini dalam rangka audiensi terkait penolakan rencana pembangunan underpass di lingkungan perumahannya. Yang menarik pertemuan tersebut mendapatkan respons positif dari Pj Bupati. Salah satunya Pj Bupati menekankan pentingnya persetujuan warga dalam proyek pembangunan underpass tersebut.
Rombongan warga, yang dihadiri oleh perwakilan tokoh masyarakat, agama, dan pemerintahan setempat, dipimpin oleh Wakil Ketua Team 11 setempat, Fawzi. Kehadirannya menggantikan Ketua Team 11, Singgih, yang berhalangan karena mengikuti pelatihan TNI.
Aspirasi Masyarakat: Proyek Dinilai Tidak Transparan
Dalam audiensi tersebut, warga menyampaikan tiga poin utama penolakan. Pertama, tidak adanya site plan atau dokumen perencanaan yang disosialisasikan kepada masyarakat mengenai pembangunan underpass tersebut.
“Kami tidak pernah melihat rencana teknis atau diajak berdiskusi tentang hal ini sejak awal,” ujar Asep Ruhyana, Ketua RW 11, yang hadir dalam pertemuan.
Kedua, warga menegaskan bahwa tidak pernah ada proses permohonan izin atau sosialisasi yang ditujukan kepada warga, pengurus RT/RW, maupun Kelurahan. Proyek ini dianggap mengabaikan prinsip partisipasi dan transparansi.
“Izin dan mendengar suara warga seharusnya menjadi langkah pertama. Ini menyangkut hunian kami,” tambah Sunardi, Ketua DKM Telaga Harapan.
Rombongan warga, yang dihadiri oleh perwakilan tokoh masyarakat, agama, dan pemerintahan setempat, dipimpin oleh Wakil Ketua Team 11 setempat, Fawzi. Kehadirannya menggantikan Ketua Team 11, Singgih, yang berhalangan karena mengikuti pelatihan TNI.
Aspirasi Masyarakat: Proyek Dinilai Tidak Transparan
Dalam audiensi tersebut, warga menyampaikan tiga poin utama penolakan. Pertama, tidak adanya site plan atau dokumen perencanaan yang disosialisasikan kepada masyarakat mengenai pembangunan underpass tersebut.
“Kami tidak pernah melihat rencana teknis atau diajak berdiskusi tentang hal ini sejak awal,” ujar Asep Ruhyana, Ketua RW 11, yang hadir dalam pertemuan.
Kedua, warga menegaskan bahwa tidak pernah ada proses permohonan izin atau sosialisasi yang ditujukan kepada warga, pengurus RT/RW, maupun Kelurahan. Proyek ini dianggap mengabaikan prinsip partisipasi dan transparansi.
“Izin dan mendengar suara warga seharusnya menjadi langkah pertama. Ini menyangkut hunian kami,” tambah Sunardi, Ketua DKM Telaga Harapan.