Donald Trump Akui Ambisius Rebut Greenland Demi Kuasai Kekayaan Mineral
Lusi mahgriefie
Selasa, 06 Januari 2026 - 10:05 WIB
Donald Trump Akui Ambisius Rebut Greenland Demi Kuasai Kekayaan Mineral
Donald Trump mengusulkan aneksasi terhadap Greenland, setelah pemimpin Denmark mendesaknya untuk menghentikan ancaman terhadap pulau tersebut.
Aneksasi diartikan sebagai tindakan pengambilan secara paksa wilayah atau tanah milik negara lain untuk disatukan dengan wilayah negaranya sendiri. Dan Trump secara terang-terangan mengatakan, "kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional".
Ini bukan kali pertama Trump merencanakan wilayah semi-otonom Denmark tersebut menjadi bagian yang dianeksasi oleh AS. Alasan utamanya, lokasi Greenland yang strategis untuk tujuan pertahanan dan kekayaan mineralnya.
Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen menanggapi hal tersebut dengan mengatakan, "cukup sudah" dan menggambarkan gagasan kendali AS atas pulau tersebut sebagai "fantasi".
"Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi aneksasi. Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk diskusi. Tetapi ini harus terjadi melalui saluran yang tepat dan dengan menghormati hukum internasional," kata Nielsen melansir bbc.com, Selasa (6/1/2026).
Baca juga:Negara-negara Ini Bakal Jadi Target Serangan AS Selanjutnya, Setelah Venezuela
Sebelumnya, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan "AS tidak berhak untuk mencaplok salah satu dari tiga negara di kerajaan Denmark".
Aneksasi diartikan sebagai tindakan pengambilan secara paksa wilayah atau tanah milik negara lain untuk disatukan dengan wilayah negaranya sendiri. Dan Trump secara terang-terangan mengatakan, "kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional".
Ini bukan kali pertama Trump merencanakan wilayah semi-otonom Denmark tersebut menjadi bagian yang dianeksasi oleh AS. Alasan utamanya, lokasi Greenland yang strategis untuk tujuan pertahanan dan kekayaan mineralnya.
Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen menanggapi hal tersebut dengan mengatakan, "cukup sudah" dan menggambarkan gagasan kendali AS atas pulau tersebut sebagai "fantasi".
"Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi aneksasi. Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk diskusi. Tetapi ini harus terjadi melalui saluran yang tepat dan dengan menghormati hukum internasional," kata Nielsen melansir bbc.com, Selasa (6/1/2026).
Baca juga:Negara-negara Ini Bakal Jadi Target Serangan AS Selanjutnya, Setelah Venezuela
Sebelumnya, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan "AS tidak berhak untuk mencaplok salah satu dari tiga negara di kerajaan Denmark".