Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 02 Mei 2026
home global news detail berita

Negara-negara Ini Bakal Jadi Target Serangan AS Selanjutnya, Setelah Venezuela

lusi mahgriefie Selasa, 06 Januari 2026 - 08:10 WIB
Negara-negara Ini Bakal Jadi Target Serangan AS Selanjutnya, Setelah Venezuela
Presiden Amerika Serikat Donald Trump targetkan sejumlah negara untuk diserang, usai serangan militernya ke Venezuela pada 3 Januari 2026, lalu. Foto: ist
LANGIT7.ID-, New York - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampak begitu berambisi dengan kebijakan luar negerinya. Setelah menindaklanjuti ancamannya terhadap Venezuela, dengan menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Ia pun melancarkan peringatan kepada negara-negara lain, dalam beberapa hari terakhir.

Trump kembali menggunakan Doktrin Monroe tahun 1823 dan janji supremasi AS di belahan bumi barat, dengan mengubah namanya menjadi "Doktrin Donroe". Melansir BBC, Selasa (6/1/2025), berikut list negara yang bakal jadi target berikutnya:

Greenland

AS sudah memiliki pangkalan militer di Greenland, Pangkalan Luar Angkasa Pituffik, namun Trump menginginkan seluruh pulau itu.

"Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional," katanya kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa wilayah tersebut "dipenuhi kapal-kapal Rusia dan Tiongkok di mana-mana."

Pulau Arktik yang luas ini, bagian dari Kerajaan Denmark, terletak sekira 2.000 mil (3.200 km) di timur laut AS.

Pulau ini kaya akan mineral langka, yang sangat penting untuk produksi ponsel pintar, kendaraan listrik, dan peralatan militer. Saat ini, produksi mineral langka Tiongkok jauh melebihi produksi AS.

Tak hanya itu, Greenland juga menempati lokasi strategis kunci di Atlantik Utara, memberikan akses ke lingkaran Arktik yang semakin penting. Seiring mencairnya es kutub dalam beberapa tahun mendatang, rute pelayaran baru diperkirakan akan terbuka.

Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen menanggapi Trump dengan menggambarkan gagasan kendali AS atas pulau itu sebagai "fantasi".

"Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi aneksasi. Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk diskusi. Tetapi ini harus terjadi melalui saluran yang tepat dan dengan menghormati hukum internasional," katanya.

Baca juga: Sangkal Tuduhan Terkait Narkoba dan Senjata, Nicolás Maduro: Saya Diculik, Saya Tidak Bersalah

Kolombia

Hanya beberapa jam setelah operasi di Venezuela, Trump memperingatkan Presiden Kolombia Gustavo Petro untuk "hati-hati".

Kolombia, negara tetangga Venezuela di sebelah barat, memiliki cadangan minyak yang besar dan merupakan produsen utama emas, perak, zamrud, platinum, dan batu bara.

Negara ini juga merupakan pusat utama perdagangan narkoba di kawasan tersebut, terutama kokain.

Sejak AS mulai menyerang kapal-kapal di Karibia dan Pasifik timur pada bulan September, dengan mengatakan tanpa bukti bahwa kapal-kapal tersebut membawa narkoba. Menyusul hal itu Trump pun terlibat dalam perselisihan yang semakin memanas dengan presiden sayap kiri negara tersebut.

AS menjatuhkan sanksi kepada Petro pada bulan Oktober, dengan mengatakan bahwa ia membiarkan kartel "berkembang". Trump mengatakan Kolombia "dikelola oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat".

"Dia tidak akan melakukannya untuk waktu yang lama," katanya. Ketika ditanya apakah AS akan melakukan operasi yang menargetkan Kolombia, Trump menjawab, "Kedengarannya bagus bagi saya".

Secara historis, Kolombia telah menjadi sekutu dekat dalam perang Washington melawan narkoba, menerima ratusan juta dolar setiap tahunnya dalam bentuk bantuan militer untuk melawan kartel.

Iran

Iran saat ini menghadapi protes anti-pemerintah besar-besaran, dan Trump semalam memperingatkan bahwa pihak berwenang di sana akan "dihantam sangat keras" jika lebih banyak demonstran tewas.

"Kami mengawasinya dengan sangat cermat. Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu, saya pikir mereka akan dihantam sangat keras oleh Amerika Serikat," katanya kepada wartawan di Air Force One.

Secara teoritis, Iran berada di luar cakupan yang didefinisikan dalam "Doktrin Donroe", tetapi Trump sebelumnya telah mengancam rezim Iran dengan tindakan lebih lanjut, setelah menyerang fasilitas nuklirnya tahun lalu.

Serangan tersebut terjadi setelah Israel meluncurkan operasi skala besar yang bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan Iran untuk mengembangkan senjata nuklir, yang berpuncak pada konflik Israel-Iran selama 12 hari.

Dalam pertemuan di Mar-a-Lago antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pekan lalu, Iran dikatakan menjadi agenda utama. Media AS juga melaporkan bahwa Netanyahu mengangkat potensi serangan baru terhadap Iran pada tahun 2026.

Meksiko

Naiknya Trump ke tampuk kekuasaan pada tahun 2016 ditandai dengan seruannya untuk "Membangun Tembok" di sepanjang perbatasan selatan dengan Meksiko.

Pada hari pertamanya kembali menjabat pada tahun 2025, ia menandatangani perintah eksekutif untuk mengganti nama Teluk Meksiko menjadi "Teluk Amerika".

Ia sering mengklaim bahwa otoritas Meksiko tidak berbuat cukup untuk menghentikan aliran narkoba atau imigran ilegal ke AS.

Trump mengatakan bahwa narkoba "mengalir deras" melalui Meksiko dan "kita harus melakukan sesuatu", menambahkan bahwa kartel di sana "sangat kuat."

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum secara terbuka menolak tindakan militer AS apa pun di wilayah Meksiko.

Baca juga: Trump Ungkap Rencana AS Kelola Aset Minyak Venezuela Usai Tangkap Maduro

Kuba

Negara kepulauan yang terletak hanya 90 mil (145 km) di selatan Florida, telah berada di bawah sanksi AS sejak awal tahun 1960-an. Kuba memiliki hubungan dekat dengan Venezuela di bawah kepemimpinan Nicolás Maduro.

Trump menyatakan bahwa intervensi militer AS di sana tidak diperlukan, karena Kuba "siap untuk jatuh".

"Saya rasa kita tidak perlu tindakan apa pun," katanya. "Sepertinya Kuba akan jatuh. Saya tidak tahu apakah mereka akan bertahan, tetapi Kuba sekarang tidak memiliki pendapatan," tambahnya.

"Mereka mendapatkan semua pendapatan mereka dari Venezuela, dari minyak Venezuela."

Venezuela dilaporkan memasok sekirA 30% minyak Kuba, sehingga Havana akan rentan jika pasokan runtuh setelah Maduro lengser.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang merupakan putra imigran Kuba, telah lama menyerukan perubahan rezim di Kuba, dan mengatakan kepada wartawan pada hari Sabtu: "Jika saya tinggal di Havana, dan saya berada di pemerintahan, saya akan khawatir - setidaknya sedikit".

"Ketika presiden berbicara, Anda harus menganggapnya serius," katanya. (*/lsi/BBC)

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 02 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)