home global news

Arogansi Amerika dan Kenaifan Dunia Internasional

Rabu, 07 Januari 2026 - 08:59 WIB
Arogansi Amerika dan Kenaifan Dunia Internasional
Oleh: Shamsi Ali Al-Nuyorki

LANGIT7.ID-Dunia kembali heboh. Kehebohan yang tidak lagi karena kemenangan Zohran Mamdani menjadi Walikota Muslim pertama Kota New York. Tidak juga karena Epstein file (skandal seks dengan wanita di bawah umur) yang melibatkan banyak wajah-wajah populer, termasuk Presiden Trump dan mantan Presiden Clinton. Tapi kehebohan itu disebabkan oleh serangan militer Amerika ke negara berdaulat penuh, anggota PBB, Republik Venezuela. Bahkan menangkap atau penyebutan lain menyebutnya penculikan presiden dan Ibu negara yang kaya minyak itu.

Peristiwa penyerangan dan penangkapan presiden negara Venezuela ini jelas pelanggaran hukum internasional, bahkan hukum federal Amerika sendiri, serta pelecehan terhadap etika dan norma hubungan internasional. Sebuah tindakan dari negara yang kerap mengaku bahkan menggurui negara lain tentang demokrasi, keadilan dan kebebasan.

Tindakan Amerika ini bukan baru. Negara yang dijuluki negara adi daya ini memiliki sejarah panjang melakukan tindakan serupa dan seringkali dibungkus dengan dalih kebebasan, demokrasi dan hak-hak asasi manusia. Kita masih ingat prilaku Amerika di negara-negara Amerika Selatan dan Latin seperti Nicaragua, Honduras, dan lain-lain. Kita tentunya semua tahu dan masih merasakan dampaknya prilaku Amerika di Timur Tengah, Irak, Libya, Yaman, Sudan, Afghanistan, dan lain-lain.

Sebagaimana di masa-masa lalu, terdapat perbedaan sikap antara pemerintah dan masyarakat Amerika dalam menyikapi tindakan hukum rimba (law of the jungle) Amerika ini. Masyarakat sipil pada umumnya menyuarakan resistensi dan oposisi mereka terhadap tindakan semena-mena ini. Dari tokoh-tokoh agama, masyarakat sipil, hingga ke aktifis anti perang turun ke jalan-jalan menuntut pemberhentian prilaku yang memalukan negara yang kerap merasa paling beradab ini. Bahkan sebagian pejabat dan politisi dengan terbuka menyatakan oposisi (menentang) tindakan Amerika yang arogan ini. Salah satunya adalah Zohran Mamdani, Walikota New York yang baru 4 hari menjabat.

Apa yang mendorong Amerika menyerang?

Selama ini Presiden Trump dan pemerintahannya menyampaikan bahwa alasan penyerangan adalah untuk “self defense”. Membela diri dari serangan Venezuela dalam bentuk serangan obat-obat terlarang (narkoba). Masyarakat Amerika menjadi rusak bahkan puluhan ribu warga yang meninggal akibat over dosis narkoba setiap tahunnya. Karenanya Amerika perlu menyerang Venezuela yang dianggap pengirim Narkoba terbesar ke negara ini.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya