Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 18 Juni 2026
home sports detail berita

Aymen Hussein, Anak Korban Konflik Irak yang Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026

esti setiyowati Kamis, 18 Juni 2026 - 20:25 WIB
Aymen Hussein, Anak Korban Konflik Irak yang Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
Aymen Hussein, Anak Korban Konflik Irak yang Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026. Foto: X
LANGIT7.ID-, - Nama Aymen Hussein tengah menjadi perbincangan dunia setelah mencetak gol bersejarah untuk Irak di Piala Dunia 2026. Gol yang dicetak ke gawang Norwegia pada laga fase grup, Selasa (17/6/2026), menjadikannya sebagai pemain Irak pertama yang mencetak gol di ajang Piala Dunia sejak 1986.

Meski Irak akhirnya kalah 1-4 dari Norwegia, sundulan Hussein pada menit ke-39 tetap menjadi momen yang membanggakan bagi publik Irak.

Baca juga: Haaland Menggila! Dua Gol Antar Norwegia Hancurkan Irak 4-1 di Piala Dunia 2026

Gol tersebut mengakhiri penantian hampir empat dekade sejak terakhir kali pemain Irak menjebol gawang lawan di Piala Dunia melalui Ahmed Radhi pada turnamen 1986 di Meksiko.

Di balik pencapaian itu, tersimpan kisah hidup penuh ujian yang menjadikan Hussein sosok inspiratif bagi banyak warga Irak dan dunia Arab.

Tumbuh di Tengah Konflik

Dilansir dari The New Arab, Kamis (18/6/2026), Aymen Hussein lahir pada 1996 di Hawija, Provinsi Kirkuk, Irak utara. Masa kecilnya diwarnai konflik setelah invasi Amerika Serikat ke Irak, kekerasan sektarian, hingga kemunculan kelompok ISIS.

Bakat sepak bolanya mulai terlihat sejak usia muda. Pada 2009, saat berusia 13 tahun, ia direkrut ke akademi klub Al-Alam SC di Provinsi Salahuddin setelah ditemukan oleh pencari bakat klub tersebut.

Namun setahun sebelumnya, keluarganya mengalami tragedi besar. Ayah Hussein, seorang perwira militer Irak, tewas ditembak anggota Al-Qaeda saat sedang mengantre membeli bahan bangunan untuk rumah keluarga mereka.

Kehilangan sang ayah membuat Hussein merasa harus membantu keluarganya. Ia kemudian melihat sepak bola bukan hanya sebagai hobi, tetapi juga jalan untuk memperbaiki kehidupan keluarga.

Baca juga: AS Peringatkan Warganya di Irak Segera Pergi Akibat Ancaman Milisi Pro-Iran Yang Sedang Marah Karena Pidato Trump

Kehilangan Kakak karena ISIS

Ujian berat kembali datang pada 2014. Kakak laki-lakinya yang bertugas sebagai polisi diculik kelompok ISIS di wilayah pedesaan Kirkuk ketika organisasi tersebut menguasai sebagian besar Irak utara.

Hingga kini, keberadaan sang kakak tidak pernah diketahui lagi.

Peristiwa itu sempat membuat Hussein berpikir untuk meninggalkan sepak bola demi mengurus keluarga. Namun sang ibu menjadi sosok yang mendorongnya untuk tetap mengejar impian sebagai pesepak bola profesional.

Dukungan ibunya menjadi titik balik yang mengubah perjalanan hidup Hussein.

Kini, Hussein tercatat sebagai pemain kedua dalam sejarah Irak yang mampu mencetak gol di Piala Dunia. Bagi banyak warga Irak, pencapaian tersebut memiliki makna lebih dari sekadar angka.

Jurnalis sepak bola Asia, John Duerden, menyebut Hussein sebagai figur yang tepat untuk menghadirkan momen bersejarah tersebut.

Baca juga: Tren Selebrasi Sujud Syukur di Piala Dunia, Ilmuwan Ungkap Dampaknya bagi Kesehatan Otak

Menurutnya, perjalanan hidup Hussein yang dipenuhi tragedi membuat gol itu terasa lebih istimewa.

"Ia pantas menjadi pencetak gol pertama Irak di Piala Dunia sejak 1986. Siapa pun, baik penggemar sepak bola maupun bukan, layak ikut berbahagia untuknya," ujar Duerden kepada The New Arab.

Duerden juga menilai Hussein bukan hanya andalan lini depan Irak, tetapi telah menjadi ikon nasional karena kemampuannya bangkit dari berbagai kesulitan hidup.

"Mampu melewati begitu banyak tragedi namun tetap memiliki tekad dan motivasi untuk menjadi pesepak bola profesional serta salah satu penyerang terbaik di benua ini adalah sesuatu yang sangat mengesankan. Ia menjadi inspirasi bagi semua orang, baik rakyat Irak, bangsa Arab, maupun masyarakat dunia," kata Duerden.

Mesin Gol Singa Mesopotamia

Sepanjang kariernya, Hussein bermain untuk sejumlah klub di Irak, Qatar, Uni Emirat Arab, Tunisia, dan Maroko. Masa paling produktifnya terjadi bersama klub Baghdad, Al-Quwa Al-Jawiya.

Baca juga: Debut Pahit Fabio Cannavaro di Piala Dunia, Uzbekistan Tumbang Setelah Sempat Bangkit

Saat ini, penyerang berusia 30 tahun tersebut memperkuat Al-Karmah. Sejak bergabung pada 2025, ia telah mencetak sembilan gol dari 18 pertandingan.

Di level tim nasional, kontribusinya juga sangat besar. Dari 94 penampilan bersama Irak, Hussein telah mengoleksi 34 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak kelima sepanjang sejarah tim nasional Irak.

Perannya sangat vital dalam membawa Irak kembali ke Piala Dunia setelah absen selama 40 tahun. Selama babak kualifikasi, ia mencetak 12 gol, lebih dari dua kali lipat torehan pemain Irak lainnya.

Pada Maret lalu, gol kemenangan yang dicetaknya ke gawang Bolivia dalam laga playoff antarbenua memastikan Irak lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986.

Perjalanan Hussein menuju Piala Dunia 2026 juga tidak sepenuhnya mulus. Saat tiba di Amerika Serikat, ia sempat ditahan dan diperiksa petugas imigrasi selama tujuh jam di Bandara Internasional O'Hare, Chicago, sebelum akhirnya diizinkan masuk.

Kini, tantangan berikutnya menanti. Irak masih harus menghadapi dua lawan berat di fase grup, yakni Prancis dan Senegal.

Namun bagi Aymen Hussein, gol ke gawang Norwegia telah membuktikan bahwa perjuangan panjang yang ditempuh sejak kecil tidak sia-sia. Dari seorang anak yang kehilangan ayah dan kakak akibat konflik, kini menjadi simbol harapan dan kebangkitan sepak bola Irak di panggung dunia.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 18 Juni 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:50
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)