LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan gol-gol spektakuler dan kejutan di lapangan hijau. Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu juga memperlihatkan salah satu selebrasi paling ikonik yang dilakukan para
pemain muslim, yakni
sujud syukur usai mencetak gol atau meraih pencapaian bersejarah.
Momen tersebut menjadi sorotan publik dunia karena menunjukkan bagaimana para pemain mengekspresikan rasa syukur di tengah panggung olahraga paling bergengsi.
Baca juga: Sujud Syukur di Piala Dunia 2026, Momen Pemain Yordania Usai Cetak Gol Bersejarah Jadi SorotanSalah satu yang paling mencuri perhatian adalah gelandang muda Swedia, Yasin Ayari. Saat menghadapi Tunisia, Ayari sukses mencetak gol indah dari luar kotak penalti.
Alih-alih berlari dan meluapkan emosi, pemain keturunan Tunisia itu mengangkat kedua tangannya seolah meminta maaf sebelum melakukan sujud syukur di atas rumput stadion.
Gestur tersebut memiliki makna mendalam. Ayari mencetak gol ke gawang Tunisia, negara asal ayahnya dan tim nasional yang sebenarnya juga bisa ia bela di level internasional. Selebrasi sederhana itu kemudian viral dan menjadi perbincangan luas di berbagai negara.
Momen serupa juga terjadi saat Timnas Yordania mencatat sejarah di Piala Dunia 2026. Penyerang Ali Olwan menjadi pemain Yordania pertama yang berhasil mencetak gol di putaran final Piala Dunia.
Sesaat setelah bola bersarang di gawang lawan, para pemain Yordania langsung berkumpul dan melakukan sujud syukur bersama di lapangan.
Bagi mereka, gol tersebut bukan hanya angka di papan skor, melainkan tonggak sejarah yang mengangkat nama Yordania di panggung sepak bola dunia.
Baca juga: Momen Katy Perry Sujud Syukur Usai Kembali dari Perjalanan Luar AngkasaLebih dari Sekadar SelebrasiDalam tradisi Islam, sujud syukur merupakan bentuk ungkapan terima kasih kepada Allah atas nikmat, keberhasilan, atau kabar menggembirakan yang diterima seseorang.
Tidak sedikit atlet muslim yang menjadikan sujud syukur sebagai bagian dari selebrasi setelah meraih kemenangan atau mencetak gol penting.
Sujud syukur membawa pesan berbeda di tengah atmosfer kompetisi yang penuh tekanan. Selebrasi ini dinilai sebagai simbol kerendahan hati dan ungkapan terima kasih atas pencapaian yang diraih.
Menariknya, gerakan sujud tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga diyakini memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, khususnya otak.
Mengutip penjelasan ilmuwan saraf sekaligus Kepala BPOM, Taruna Ikrar, posisi tubuh saat sujud membuat aliran darah yang kaya oksigen mengalir lebih optimal ke otak karena posisi jantung berada lebih tinggi dibanding kepala. Kondisi ini membantu meningkatkan oksigenasi otak dan mendukung fungsi sel-sel saraf.
Selain itu, posisi sujud juga membantu memperlancar aliran getah bening menuju area leher, ketiak, dan kepala.
Baca juga: Ribuan Warga Gaza Berpelukan, Bertakbir, hingga Sujud Syukur Rayakan Gencatan SenjataMenurut Taruna, peningkatan pasokan oksigen dan nutrisi tersebut dapat mendukung pembentukan koneksi antarsel saraf (sinapsis) yang berperan penting dalam fungsi kognitif manusia.
Penjelasan serupa menyebutkan bahwa sujud yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan sistem saraf, mengurangi stres, kecemasan, serta memberikan efek relaksasi bagi tubuh dan pikiran.
Karena itu, ketika para pemain muslim melakukan sujud syukur di Piala Dunia 2026, momen tersebut tidak hanya menjadi simbol keimanan dan rasa syukur, tetapi juga memperlihatkan sebuah gerakan yang secara ilmiah memiliki manfaat positif bagi kesehatan tubuh.
(est)