LANGIT7.ID-, Jakarta - - Warga
Palestina bersorak dan berpelukan setelah terciptanya
genjatan senjata di Gaza, di tengah
perang Israel dan Hamas.
Mediator Qatar mengungkap perjanjian tersebut terjadi pada Rabu, namun Israel memperingatkan ada beberapa masalah yang "masih belum terselesaikan" yang diharapkan akan segera dibahas.
“Saya tidak percaya mimpi buruk selama lebih dari setahun ini akhirnya akan segera berakhir. Kami telah kehilangan begitu banyak orang, kami kehilangan segalanya,” kata Randa Sameeh, seorang pengungsi berusia 45 tahun dari Kota
Gaza ke Kamp Nuseirat di tengah wilayah tersebut, dikutip Aljazeera, Kamis (16/1/2025).
Baca juga: Gencatan Senjata Gaza Terbaru: Israel dan Hamas Sepakat Tukar 1.000 Tahanan untuk 33 Sandera“Kami perlu banyak istirahat. Setelah gencatan senjata dimulai, saya akan pergi ke
pemakaman untuk mengunjungi saudara laki-laki dan anggota keluarga saya. Kami menguburkan mereka di pemakaman Deir el-Balah tanpa kuburan yang layak. Kami akan membangun kuburan baru untuk mereka dan menuliskan nama mereka di atasnya.” lanjut Sameeh.
Di luar Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir el-Balah, tempat banyak korban perang dirawat, ratusan warga Palestina berkumpul untuk bernyanyi, meneriakkan yel-yel, dan mengibarkan bendera.
Pada satu titik, seorang anggota kerumunan dan seorang jurnalis yang mengenakan pelindung tubuh diangkat ke bahu orang-orang untuk melakukan wawancara di hadapan massa warga Palestina yang bergembira.
Ketika sebuah ambulans menerobos kerumunan orang untuk mencapai rumah sakit, pria dan wanita yang tersenyum meneriakkan “Allahu akbar”, atau “Tuhan Maha Besar” dalam bahasa Arab, sambil mengibarkan bendera Palestina.
Anak-anak kecil, yang terlihat kebingungan dengan keramaian tersebut, berkumpul di luar rumah sakit. Mereka berseliweran di antara orang dewasa dan menonton saat mereka diwawancara media.
Baca juga: Tolak Gencatan Senjata Gaza, Menteri Israel Ancam Tinggalkan Kabinet NetanyahuSekelompok anak laki-laki di tengah kerumunan memimpin nyanyian pro-perlawanan yang populer ketika orang dewasa merekam momen lewat ponsel mereka.
“Saya merasakan kegembiraan, terlepas dari segala kehilangan yang kami alami.” kata salah satu warga Gaza, Abdul Karim (27).
“Saya tidak percaya akhirnya bisa bertemu istri dan dua anak saya lagi,”
“Mereka berangkat ke selatan hampir setahun yang lalu. Saya berharap mereka mengizinkan para pengungsi untuk kembali dengan cepat.” tambahnya.
Kerumunan besar juga berkumpul di Khan Younis, di Gaza selatan, di mana para pemuda berselancar di antara kerumunan sambil menabuh genderang dan bersorak.
Kesepakatan yang diumumkan pada Rabu lalu diperkirakan akan menghentikan pertempuran di wilayah Palestina yang hancur. Perjanjian tersebut juga akan membebaskan sandera yang ditahan di Gaza sebagai ganti tahanan Palestina yang ditawan di penjaran Israel.
Perang Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 46.707 warga Palestina dan melukai 110.265 orang sejak 7 Oktober 2023. Setidaknya 1.139 orang tewas di Israel selama serangan Hamas dan lebih dari 200 orang ditawan.
Baca juga: Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza dalam Tahap Final(est)