LANGIT7.ID-Jakarta; Konflik Israel-Hamas kembali mencapai titik kritis setelah Menteri Kepolisian dari kelompok sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, mengambil langkah tegas. Dia mengancam keluar dari pemerintahan Benjamin Netanyahu karena menentang rencana kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas di Gaza yang sedang dinegosiasikan di Qatar.
Dalam pernyataannya di media sosial X, Ben-Gvir menyebut kesepakatan damai yang sedang dirundingkan di Qatar ini sebagai bentuk "penyerahan Israel kepada Hamas". Dia bahkan mengajak Menteri Keuangan Bezalel Smotrich untuk bersama-sama menggagalkan kesepakatan tersebut.
"Ini kesempatan terakhir kita mencegah Israel menyerah kepada Hamas. Lebih dari 400 tentara kita telah gugur di Gaza selama setahun perang ini. Kita tidak boleh membuat pengorbanan mereka sia-sia," tegas Ben-Gvir.
Meskipun Smotrich juga menolak kesepakatan tersebut, dia tidak ikut mengancam keluar dari pemerintahan. Kedua menteri ini bersikeras Israel harus terus melakukan operasi militer sampai Hamas benar-benar menyerah total.
Krisis Timur Tengah semakin kompleks saat Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir berupaya memediasi kesepakatan damai Israel-Hamas. Negosiasi ini mencakup rencana gencatan senjata dan pembebasan bertahap 98 sandera Israel yang masih ditahan Hamas sejak serangan Oktober 2023.
Beberapa keluarga sandera justru menentang kesepakatan ini. Mereka khawatir pembebasan bertahap akan membuat sebagian sandera tertinggal dan tidak dibebaskan. Namun, berbagai survei menunjukkan sebagian besar masyarakat Israel mendukung kesepakatan damai ini.
Konflik yang sudah berlangsung lebih dari setahun ini telah memakan korban sangat besar. Data Israel mencatat 1.200 warganya tewas dalam serangan Hamas Oktober 2023. Sementara menurut otoritas kesehatan Palestina, lebih dari 46.000 warga Gaza tewas dalam serangan balasan Israel. Sebagian besar wilayah Gaza kini hancur dan mayoritas penduduknya terpaksa mengungsi.
Perang Israel-Hamas yang berlangsung lebih dari setahun telah memperlihatkan perpecahan serius dalam kabinet Netanyahu. Meski pengunduran diri Ben-Gvir tidak akan menjatuhkan pemerintahan, mayoritas menteri diperkirakan tetap mendukung upaya perdamaian yang sedang dirundingkan untuk mengakhiri konflik Gaza.
(lam)