Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 01 Mei 2026
home global news detail berita

Qatar Frustrasi! Negosiasi Damai Gaza Tak Ada Titik Terang

nabil Senin, 21 April 2025 - 06:05 WIB
Qatar Frustrasi! Negosiasi Damai Gaza Tak Ada Titik Terang
LANGIT7.ID-Jakarta; Kepala negosiator Qatar, Mohammed al-Khulaifi, menyatakan rasa frustrasinya atas lambatnya pembicaraan soal gencatan senjata di Gaza dalam wawancara dengan AFP. Hal ini ia ungkapkan satu bulan setelah Israel kembali melancarkan serangan ke wilayah Palestina, sementara putaran negosiasi terakhir kembali gagal mencapai kesepakatan.

“Kami jelas frustrasi dengan lambannya proses negosiasi ini. Ini masalah yang mendesak. Nyawa manusia dipertaruhkan jika operasi militer terus berlangsung setiap harinya,” kata al-Khulaifi, Jumat.

Qatar, bersama Amerika Serikat dan Mesir, sebelumnya menjadi penengah gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza. Kesepakatan itu mulai berlaku pada 19 Januari dan sempat menghentikan perang yang sudah berlangsung lebih dari setahun, sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.

Baca juga: Turki Lobi Hamas! Bantuan Kemanusiaan Gaza Jadi Prioritas

Fase pertama gencatan senjata berakhir di awal Maret, namun kedua pihak belum bisa menyepakati langkah selanjutnya. Hamas menuntut agar negosiasi masuk ke fase kedua, yaitu menuju penghentian perang secara permanen seperti yang tercantum dalam kerangka kesepakatan Januari. Israel, yang hanya ingin memperpanjang fase awal, kembali melancarkan serangan udara dan darat ke seluruh Jalur Gaza pada 18 Maret, setelah sebelumnya juga menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan.

Pada Kamis malam, Hamas menolak proposal terbaru Israel yang menawarkan gencatan senjata selama 45 hari. Israel mengajukan syarat pembebasan 10 sandera hidup yang masih ditahan Hamas, namun ditolak oleh kelompok tersebut.

“Kami telah bekerja tanpa henti selama beberapa hari terakhir untuk mencoba mempertemukan kedua pihak dan menghidupkan kembali kesepakatan yang sudah pernah disepakati sebelumnya,” ujar al-Khulaifi. “Dan kami tetap berkomitmen, walaupun proses ini penuh tantangan,” tambahnya.

Selama proses mediasi ini, Qatar tak luput dari kritik langsung Israel dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Al-Khulaifi juga menepis pernyataan Netanyahu baru-baru ini dalam wawancaranya dengan saluran TV evangelis AS, Daystar, yang menuduh Qatar menyebarkan “sentimen anti-Amerika dan anti-Zionis” di kampus-kampus AS.

Usaha ‘De-Eskalasi’

“Pernyataan beliau tentang kemitraan pendidikan Qatar sudah sering kali dibantah. Semua yang kami lakukan selalu transparan,” ujar al-Khulaifi menanggapi.

Selain Gaza, Qatar dengan al-Khulaifi sebagai juru runding utama juga aktif menjadi penengah konflik di Republik Demokratik Kongo (DRC), yang memanas dalam beberapa bulan terakhir karena gerakan bersenjata M23 meraih sejumlah kemenangan cepat di wilayah timur negara itu yang kaya akan sumber daya.

Awal Maret lalu, Presiden Kongo Felix Tshisekedi dan Presiden Rwanda Paul Kagame, yang dituduh mendukung kelompok M23, mengadakan pertemuan mengejutkan di Doha. Usai pertemuan itu, keduanya menyatakan dukungan terhadap rencana gencatan senjata.

“Pertemuan itu memang ditujukan untuk mencari jalan de-eskalasi dan merumuskan mekanisme implementasi kesepakatan,” kata al-Khulaifi. “Kami berhasil membangun jalur komunikasi yang fleksibel antara kedua pihak, dan kami harap akan ada lebih banyak kabar baik dalam beberapa hari ke depan,” lanjutnya.

Al-Khulaifi juga mengatakan, setelah pertemuan antara para pemimpin tersebut, Qatar berhasil meyakinkan kelompok M23, Rwanda, dan pemerintah Kongo untuk menurunkan ketegangan di dekat daerah tambang strategis Walikale.

Hal ini memungkinkan proses penarikan pasukan dari Walikale ke arah timur, menuju Goma. “Gerakan ini sendiri menurut kami adalah perkembangan yang positif,” ujarnya, merujuk pada Goma yang menjadi pusat kendali kelompok M23 di Provinsi Kivu Utara, Kongo.

Ia juga menyebut Amerika Serikat sebagai “mitra yang bisa diandalkan” dalam urusan Kongo, dan berencana membahas konflik ini bersama utusan khusus AS untuk Afrika, Massad Boulos, dalam kunjungannya ke Washington dalam beberapa hari ke depan.

Di AS, al-Khulaifi juga akan membicarakan soal sanksi yang masih dikenakan terhadap Suriah, menyusul tergesernya Presiden Bashar al-Assad dari kekuasaan. Selain itu, Qatar sedang dalam pembicaraan dengan mitra-mitra regional untuk mendanai pasokan gas ke Suriah serta meningkatkan gaji sektor publik di negara tersebut.

“Kami sedang berdiskusi secara intens dengan kolega kami di AS untuk mencari solusi agar proyek ini bisa terus berjalan,” tutup al-Khulaifi.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 01 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)