LANGIT7.ID-Jakarta; Kepala intelijen Turki, Ibrahim Kalin, bertemu dengan para pemimpin Hamas di Turki pada Sabtu kemarin. Mereka membahas cara menyalurkan bantuan ke Gaza yang hancur karena perang, setelah Israel kembali melanjutkan serangannya bulan lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Kalin berdiskusi dengan Mohammad Darwish, kepala dewan politik Hamas yang menguasai Gaza, dan delegasinya. Menurut kantor berita pemerintah Turki, Anadolu, mereka juga membicarakan upaya-upaya untuk mewujudkan gencatan senjata permanen serta langkah-langkah melawan rencana Israel yang ingin memaksa warga Gaza keluar dari wilayahnya.
Kalin menegaskan bahwa Turki akan terus mendukung perjuangan Palestina dan menolak keras segala upaya pendudukan atau pencaplokan wilayah Palestina lebih lanjut.
Dalam pernyataannya, Hamas menyebut bahwa mereka siap untuk mencapai kesepakatan pertukaran tahanan secara menyeluruh dengan imbalan gencatan senjata, penarikan pasukan Israel dari Gaza, dimulainya kembali pembangunan ulang wilayah, dan pencabutan blokade Israel.
Hamas juga menyuarakan dukungan untuk segera menjalankan usulan Mesir yang ingin membentuk komite khusus berisi tokoh-tokoh independen dan nasional yang cakap untuk mengelola Gaza.
Sebelumnya, pada Kamis lalu, Hamas menolak proposal gencatan senjata 45 hari dari Israel dan menuntut kesepakatan yang lebih komprehensif untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama 18 bulan.
Sejak 2 Maret, Israel telah memberlakukan blokade total terhadap bantuan yang masuk ke Gaza. PBB memperingatkan bahwa wilayah tersebut kini sedang mengalami krisis kemanusiaan paling parah sejak perang dimulai pada Oktober 2023, yang dipicu oleh serangan Hamas ke Israel.
Hamas menuduh Israel menggunakan “kelaparan sebagai senjata,” sementara Israel bersikeras akan tetap menerapkan blokade sebagai cara untuk menekan Hamas agar membebaskan 59 sandera yang masih ditahan di Gaza.
Setelah jeda dua bulan, Israel kembali menyerang Gaza sejak 18 Maret. Menurut data dari kementerian kesehatan Gaza, serangan lanjutan itu telah menewaskan sedikitnya 1.691 orang, sehingga total korban jiwa sejak awal perang menjadi 51.065, sebagian besar warga sipil.
Adapun serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 menyebabkan 1.218 orang tewas, juga mayoritas warga sipil, menurut catatan AFP berdasarkan data resmi dari pemerintah Israel.
(lam)