LANGIT7.ID-Jakarta; Perdana Menteri Qatar mengatakan pada Minggu bahwa upaya untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata baru di Gaza mengalami sedikit kemajuan, tapi kesepakatan antara Israel dan Hamas untuk mengakhiri perang masih sulit tercapai.
"Kami melihat pada hari Kamis ada sedikit kemajuan dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya, tapi tetap saja kita perlu menemukan jawaban atas pertanyaan utama: bagaimana cara mengakhiri perang ini. Itu inti dari seluruh negosiasi," kata Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Qatar.
Baca juga: Korban Perang Gaza Tembus 52.243 Jiwa, Ratusan Orang Hilang Dinyatakan TewasDirektur Mossad, David Barnea, dilaporkan sempat pergi ke Doha pada Kamis lalu untuk bertemu dengan Sheikh Mohammed, dalam rangka mendorong upaya gencatan senjata baru di Gaza, menurut laporan Axios.
Sheikh Mohammed tidak menjelaskan secara rinci bagian mana dari pembicaraan yang mengalami kemajuan dalam beberapa hari terakhir. Namun, ia menegaskan bahwa Hamas dan Israel masih berselisih soal tujuan utama dari negosiasi ini.
Menurutnya, Hamas bersedia membebaskan semua sandera Israel yang tersisa jika Israel juga mau mengakhiri perang di Gaza. Tapi di sisi lain, Israel ingin Hamas membebaskan para sandera tanpa memberikan kejelasan soal kapan dan bagaimana perang akan diakhiri.
"Kalau tidak ada tujuan bersama yang disepakati kedua pihak, saya rasa peluang untuk mengakhiri perang ini jadi sangat kecil," ujar Sheikh Mohammed dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan.
Fidan menambahkan bahwa dari hasil pembicaraan pejabat Turki dengan Hamas, kelompok tersebut tampaknya lebih terbuka untuk menyepakati sesuatu yang lebih dari sekadar gencatan senjata, bahkan mengarah ke solusi permanen, termasuk wacana solusi dua negara untuk mengakhiri konflik dengan Israel.
Israel sendiri kembali melanjutkan serangannya di Gaza sejak 18 Maret lalu, setelah gencatan senjata yang tercapai pada Januari gagal dipertahankan. Israel menegaskan akan terus menekan Hamas hingga semua sandera yang tersisa dibebaskan. Diperkirakan masih ada sekitar 24 sandera yang hidup.
Perang di Gaza ini bermula dari serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menculik 251 orang ke Gaza, menurut data Israel. Sejak itu, serangan balasan Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 51.400 orang, menurut pejabat kesehatan setempat.
(lam)