LANGIT7.ID-Jakarta; Dalam perkembangan terbaru konflik Gaza, Hamas akan membebaskan 33 sandera yang ditahan di wilayah tersebut. Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata Gaza, Israel akan melepaskan sekitar 1.000 tahanan Palestina dalam tahap pertama, menurut sumber-sumber Israel dan Palestina pada Selasa.
Baca juga:
Konflik Gaza Terkini: Israel-Hamas Menuju Kesepakatan Damai di QatarTim mediasi dari Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat telah meningkatkan upaya perdamaian untuk menyelesaikan kesepakatan ini dalam beberapa hari terakhir. Qatar menyatakan negosiasi gencatan senjata ini telah memasuki "tahap akhir."
Detail Kesepakatan Gencatan Senjata GazaDavid Mencer, juru bicara pemerintah Israel pada Selasa mengonfirmasi upaya pembebasan 33 sandera dalam kesepakatan tahap pertama.
"Ya, ada 33 sandera yang ingin kami bebaskan," ungkap Mencer dalam pengarahan media online. Ia menambahkan Israel siap membebaskan ratusan tahanan Palestina sebagai gantinya.
"Israel siap membayar harga yang tinggi -- dalam jumlah ratusan."
Seorang pejabat Israel yang meminta namanya dirahasiakan menyatakan "beberapa ratus tahanan" akan dibebaskan sebagai pertukaran sandera. Jumlah akhirnya akan bergantung pada berapa banyak dari 33 sandera yang masih hidup.
Dua sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan Israel akan membebaskan sekitar 1.000 tahanan Palestina dalam upaya perdamaian Gaza, termasuk mereka yang menjalani "hukuman panjang."
33 orang ini merupakan bagian dari 94 sandera yang ditahan di Gaza sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang memicu konflik Israel-Palestina hingga kini. Jumlah tersebut termasuk 34 sandera yang telah dinyatakan meninggal oleh militer Israel.
Sumber dekat Hamas menjelaskan bahwa "tahap pertama kesepakatan gencatan senjata mengatur pembebasan 33 sandera Israel secara bertahap, dimulai dari anak-anak dan perempuan."
Baca juga: Tolak Gencatan Senjata Gaza, Menteri Israel Ancam Tinggalkan Kabinet NetanyahuMedia setempat melaporkan, dalam perkembangan krisis Gaza ini, pejabat Israel yakin 33 sandera tersebut masih hidup, meski masih menunggu konfirmasi dari Hamas.
Pekan lalu, Hamas menyatakan telah setuju membebaskan 34 sandera dalam tahap pertama kesepakatan bertahap ini. Namun, pasukan Israel menemukan jenazah salah satu sandera dalam daftar, sehingga jumlahnya berkurang menjadi 33.
Perkembangan Terbaru Konflik Israel-HamasPerundingan untuk fase kedua akan dimulai pada "hari ke-16" setelah pelaksanaan fase pertama, kata pejabat Israel.
Fase ini akan mencakup pembebasan sisa sandera, termasuk "prajurit pria, pria usia militer, dan jenazah sandera yang tewas", demikian laporan media Israel.
Media Israel memberitakan bahwa dalam usulan kesepakatan ini, Israel akan mempertahankan zona penyangga di dalam Gaza selama fase pertama.
Menurut sumber dekat Hamas, pasukan Israel diperkirakan akan tetap berada hingga "800 meter di dalam Gaza, membentang dari Rafah di selatan sampai Beit Hanun di utara."
Pejabat Israel menegaskan bahwa pasukan mereka tidak akan sepenuhnya mundur dari Gaza sampai "semua sandera dikembalikan".
Media lokal melaporkan Israel akan mengizinkan pergerakan warga dari Gaza selatan ke utara.
Sumber dekat Hamas menuturkan pasukan Israel akan mundur dari koridor Netzarim ke barat menuju Jalan Salaheddin di timur. Hal ini memungkinkan pengungsi kembali melalui pos pemeriksaan elektronik yang dilengkapi kamera.
"Tidak akan ada pasukan Israel, dan pejuang Palestina dilarang melewati pos pemeriksaan selama proses kepulangan pengungsi," jelasnya.
Tantangan Upaya Perdamaian GazaDalam upaya mencapai resolusi konflik Israel-Hamas, negosiasi sebelumnya menghadapi beberapa hambatan krusial.
Poin-poin utama yang menghambat meliputi ketidaksepakatan tentang berapa lama gencatan senjata berlangsung, jumlah bantuan kemanusiaan yang boleh masuk ke Gaza, dan cara pemulangan pengungsi Gaza ke rumah mereka.
Perselisihan lain dalam krisis Gaza ini menyangkut penarikan pasukan Israel, pembukaan kembali perlintasan perbatasan dan siapa yang akan mengelola Gaza.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan tegas menolak penarikan pasukan secara menyeluruh dan menentang pemerintahan Palestina di wilayah tersebut.
Pembicaraan perdamaian yang tengah berlangsung di Qatar dilakukan dengan perwakilan Hamas dan negosiator Israel berada di dua ruangan terpisah, menurut sumber yang mengetahui proses negosiasi tersebut.
Setiap kesepakatan gencatan senjata yang dicapai kemungkinan akan memerlukan persetujuan dari kabinet Israel untuk implementasi selanjutnya.
(lam)