Makin Seru, 7 Pemimpin Eropa Secara Terbuka Lawan Trump Tolak AS Akuisisi Greenland
Tim langit 7
Rabu, 07 Januari 2026 - 22:51 WIB
Makin Seru, 7 Pemimpin Eropa Secara Terbuka Lawan Trump Tolak AS Akuisisi Greenland
LANGIT7.ID-Denmark; Sejumlah pemimpin Eropa menentang seruan berulang Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar AS mengambil alih Greenland, di tengah dampak global dari serangan militer Washington terhadap Venezuela dan penculikan pemimpinnya.
Tujuh pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, mengeluarkan pernyataan bersama pada Selasa (6/1) yang menegaskan bahwa pulau Arktik yang kaya mineral tersebut "adalah milik rakyatnya".
"Keputusan mengenai Denmark dan Greenland hanya berada di tangan Denmark dan Greenland sendiri," tambah pernyataan tersebut.
Secara terpisah, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memperingatkan bahwa upaya apa pun oleh AS untuk mengambil alih Greenland akan mengakhiri aliansi militer NATO.
Frederiksen menyampaikan pernyataan itu pada Senin (5/1), menyusul seruan terbaru Presiden AS Donald Trump agar wilayah Arktik itu berada di bawah kendali langsung Washington.
Trump mengatakan kepada wartawan pada Minggu (4/1) bahwa ia akan "membicarakan Greenland dalam 20 hari". Ia bersikukuh bahwa Greenland harus berada di bawah yurisdiksi AS, dan ancaman terbarunya muncul hanya satu hari setelah pasukan AS menculik pemimpin Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya.
Operasi militer itu telah menimbulkan kekhawatiran di Denmark dan Greenland, yang merupakan wilayah semi-otonom Kerajaan Denmark dan dengan demikian bagian dari NATO.
Tujuh pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, mengeluarkan pernyataan bersama pada Selasa (6/1) yang menegaskan bahwa pulau Arktik yang kaya mineral tersebut "adalah milik rakyatnya".
"Keputusan mengenai Denmark dan Greenland hanya berada di tangan Denmark dan Greenland sendiri," tambah pernyataan tersebut.
Secara terpisah, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memperingatkan bahwa upaya apa pun oleh AS untuk mengambil alih Greenland akan mengakhiri aliansi militer NATO.
Frederiksen menyampaikan pernyataan itu pada Senin (5/1), menyusul seruan terbaru Presiden AS Donald Trump agar wilayah Arktik itu berada di bawah kendali langsung Washington.
Trump mengatakan kepada wartawan pada Minggu (4/1) bahwa ia akan "membicarakan Greenland dalam 20 hari". Ia bersikukuh bahwa Greenland harus berada di bawah yurisdiksi AS, dan ancaman terbarunya muncul hanya satu hari setelah pasukan AS menculik pemimpin Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya.
Operasi militer itu telah menimbulkan kekhawatiran di Denmark dan Greenland, yang merupakan wilayah semi-otonom Kerajaan Denmark dan dengan demikian bagian dari NATO.