Banjir Bandang di Sitaro Sulut, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
Lusi mahgriefie
Kamis, 08 Januari 2026 - 07:51 WIB
Banjir Bandang di Sitaro Sulut, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utaramenyusul bencana banjir bandang yang menewaskan 16 orang hingga kini.
"Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro selama 14 hari, terhitung mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026, sesuai dengan Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 1 Tahun 2026," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, dikutip Kamis (8/1/2026).
Abdul menambahkan, hingga saat ini kondisi di lapangan masih dalam penanganan intensif, dengan prioritas pada pencarian korban hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
BNPB terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di wilayah Sulawesi Utara.
Laporan BNPB hingga Selasa (6/1) pukul 14.00 WIB, ada 16 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Sitaro pada Senin (5/1) dini hari itu.
Baca juga:Banjir Bandang di Sulawesi Utara, 16 Orang Meninggal dan Lebih dari 600 Warga Mengungsi
Selain korban meninggal, tiga orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
"Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro selama 14 hari, terhitung mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026, sesuai dengan Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 1 Tahun 2026," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, dikutip Kamis (8/1/2026).
Abdul menambahkan, hingga saat ini kondisi di lapangan masih dalam penanganan intensif, dengan prioritas pada pencarian korban hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
BNPB terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di wilayah Sulawesi Utara.
Laporan BNPB hingga Selasa (6/1) pukul 14.00 WIB, ada 16 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Sitaro pada Senin (5/1) dini hari itu.
Baca juga:Banjir Bandang di Sulawesi Utara, 16 Orang Meninggal dan Lebih dari 600 Warga Mengungsi
Selain korban meninggal, tiga orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.