Target Ambisius MES: Lonjakan Pangsa Pasar Ekonomi Syariah Jadi Prioritas Utama
LANGIT7.ID-Jakarta; Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) kini menetapkan target ambisius untuk mendominasi pasar nasional dengan mematok target pangsa pasar di atas 50 persen. Langkah strategis ini menjadi fokus baru setelah organisasi nirlaba tersebut dianggap berhasil dalam tahap literasi atau memasyarakatkan ekonomi syariah selama hampir 25 tahun berdiri.
Dewan Pembina MES, Ma’ruf Amin, menjelaskan bahwa pencapaian sektor keuangan syariah saat ini baru menyentuh angka 30 persen. Angka tersebut menjadi landasan bagi kepengurusan baru untuk mulai beralih dari sekadar sosialisasi menuju penguatan ekonomi masyarakat secara riil.
"Capaian kita di sektor keuangan baru 30 persen (mensyariahkan ekonomi). Sasaran kita ke depan adalah mensyariahkan ekonomi masyarakat," jelas Ma'ruf dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).
Ma'ruf menambahkan, meski tantangan ke depan cukup besar, posisi ekonomi syariah Indonesia di kancah global saat ini telah melonjak ke peringkat tiga dunia dari posisi sebelumnya di urutan ke-18. Target 25 tahun ke depan adalah memastikan ekonomi syariah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang baru.
Sejalan dengan visi tersebut, Munas VII resmi menetapkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, sebagai Ketua Umum MES. Rosan menekankan pentingnya program kerja yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat luas melalui kolaborasi lintas sektor.
Salah satu inisiatif nyata yang akan digarap adalah proyek Kampung Haji yang direncanakan mulai dibangun pada kuartal IV tahun 2026. Proyek ini diharapkan menjadi sinergi konkret antara pemerintah dan MES dalam memperbaiki kualitas layanan ibadah haji sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah.
"Ini langkah konkret dan positif yang bisa sangat bersinergi dengan MES. Insyaallah tahun ini (2026) di kuartal IV akan kami mulai pembangunannya," ujar Rosan.