Dasar Hukum Maulid Nabi, Dianjurkan karena Dapat Menambah Keimanan
Fajar adhitya
Senin, 11 Oktober 2021 - 20:15 WIB
Dasar hukum maulid Nabi. (Foto: Antara).
Dasar hukum maulid Nabi, termasuk peringatan hari lahir seseorang merupakan masalah ijtihadiyah atau tidak ada nash untuk menetapkan status boleh atau tidak.
Hal ini pun tidak dicontohkan oleh para sahabat sebagai pedoman ummat Islam. Namun dasar hukum yang ada di dalam Al Quran dan Sunnah bisa menjadi acuan.
Adapun sejumlah nash yang mengandung dasar umum ialah filman Allah Ta'ala: "Dan hendaknya di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh orang kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS Ali Imran: 104).
Baca Juga: Sejarah Maulid Nabi, Bukan dari Rasulullah tapi Sarat Makna
Ayat di atas menyuruh kita agar menyeru manusia untuk melakukan perbuatan yang dapat mendekatkan kepada Allah dan melakukan perbuatan yang dapat mencegah manusia menjauhkan dirinya dari Allah subahanahu wata ala.
Jika dengan memperingati ulang tahun kelahiran seseorang, termasuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dapat menambah iman, dan mendekatkan diri kepada Alah. tentu hal tersebut tidak dilarang, bahkan dianjurkan.
Sebaliknya jika perayaan ini malah menimbulkan dosa, seperti mengkultuskan seseorang, mengurangi rasa hormat, melahirkan syirik, bahkan banyak hal buruk lainnya, jelas dapayt diharamkan, bahkan kita dianjurkan menjauhi orang-orang tersebut.
Hal ini pun tidak dicontohkan oleh para sahabat sebagai pedoman ummat Islam. Namun dasar hukum yang ada di dalam Al Quran dan Sunnah bisa menjadi acuan.
Adapun sejumlah nash yang mengandung dasar umum ialah filman Allah Ta'ala: "Dan hendaknya di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh orang kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS Ali Imran: 104).
Baca Juga: Sejarah Maulid Nabi, Bukan dari Rasulullah tapi Sarat Makna
Ayat di atas menyuruh kita agar menyeru manusia untuk melakukan perbuatan yang dapat mendekatkan kepada Allah dan melakukan perbuatan yang dapat mencegah manusia menjauhkan dirinya dari Allah subahanahu wata ala.
Jika dengan memperingati ulang tahun kelahiran seseorang, termasuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dapat menambah iman, dan mendekatkan diri kepada Alah. tentu hal tersebut tidak dilarang, bahkan dianjurkan.
Sebaliknya jika perayaan ini malah menimbulkan dosa, seperti mengkultuskan seseorang, mengurangi rasa hormat, melahirkan syirik, bahkan banyak hal buruk lainnya, jelas dapayt diharamkan, bahkan kita dianjurkan menjauhi orang-orang tersebut.