Sensasi Indonesia Janice Tjen Tumbangkan Leylah Fernandez di Australia Open dengan Straight Sets, Gayanya Mirip Barty
Sururi al faruq
Selasa, 20 Januari 2026 - 10:09 WIB
Sensasi Indonesia Janice Tjen Tumbangkan Leylah Fernandez di Australia Open dengan Straight Sets, Gayanya Mirip Barty
LANGIT7.ID-Melbourne; Di rumah yang dibangun Ashleigh Barty, seorang pemain yang digambarkan memiliki gaya permainan yang mirip dengan legenda Australia itu, tampil gemilang. Dialah Janice Tjen yang berhasil menumbangkan Leylah Fernandez dalam straight sets di hari pembuka sesi Selasa Australia Open.
Ini adalah kemenangan super 6-2, 7-6 bagi sensasi Indonesia yang tampil ringan—setidaknya di set pertama—menghadapi mantan finalis AS Terbuka yang merupakan unggulan ke-22 ini. Pertemuan ini, di atas kertas, adalah salah satu undian tersulit dalam babak putri secara keseluruhan.
Petenis berusia 23 tahun yang pernah mencapai peringkat 53 dunia WTA pada November lalu ini, telah membuktikan prediksi pelatihnya bahwa yang terbaik masih akan datang. Ia berubah dari pemain yang digadang-gadang sebagai ancaman saat menghadapi Emma Raducanu beberapa bulan lalu, menjadi pemenang pertandingan pertamanya di Australia Open.
Peningkatan itu terlihat jelas saat ia mengandaskan Fernandez pada Selasa tersebut. Unggulan ke-22 itu tersingkir hanya dalam 1 jam 43 menit. Tjen menutup pertandingan dengan statistik: 4 ace, 17 winner, 6 double fault, dan 27 unforced error.
Baca juga: Janice Tjen Ukir Sejarah di Australia Open: Tumbangkan Leyla Fernandez, Finalis Grand Slam
Tjen Sangat Dominan
Sementara Fernandez, dalam kekalahannya, mencatatkan 2 ace, 16 winner, 5 double fault, dan 28 unforced error. Fernandez hanya memanfaatkan 2 dari 8 break point dan memenangkan 2 dari 10 game return. Sebaliknya, Tjen jauh lebih klinis di kedua sisi permainan; ia memenangkan 4 dari 7 break point dan 4 dari 10 game return.
Ini adalah kemenangan super 6-2, 7-6 bagi sensasi Indonesia yang tampil ringan—setidaknya di set pertama—menghadapi mantan finalis AS Terbuka yang merupakan unggulan ke-22 ini. Pertemuan ini, di atas kertas, adalah salah satu undian tersulit dalam babak putri secara keseluruhan.
Petenis berusia 23 tahun yang pernah mencapai peringkat 53 dunia WTA pada November lalu ini, telah membuktikan prediksi pelatihnya bahwa yang terbaik masih akan datang. Ia berubah dari pemain yang digadang-gadang sebagai ancaman saat menghadapi Emma Raducanu beberapa bulan lalu, menjadi pemenang pertandingan pertamanya di Australia Open.
Peningkatan itu terlihat jelas saat ia mengandaskan Fernandez pada Selasa tersebut. Unggulan ke-22 itu tersingkir hanya dalam 1 jam 43 menit. Tjen menutup pertandingan dengan statistik: 4 ace, 17 winner, 6 double fault, dan 27 unforced error.
Baca juga: Janice Tjen Ukir Sejarah di Australia Open: Tumbangkan Leyla Fernandez, Finalis Grand Slam
Tjen Sangat Dominan
Sementara Fernandez, dalam kekalahannya, mencatatkan 2 ace, 16 winner, 5 double fault, dan 28 unforced error. Fernandez hanya memanfaatkan 2 dari 8 break point dan memenangkan 2 dari 10 game return. Sebaliknya, Tjen jauh lebih klinis di kedua sisi permainan; ia memenangkan 4 dari 7 break point dan 4 dari 10 game return.