Presiden Prabowo dan PM Inggris Sepakati Kemitraan Strategis Dua Negara di Berbagai Sektor
Lusi mahgriefie
Rabu, 21 Januari 2026 - 18:15 WIB
Presiden Prabowo saat memberi keterangan kepada wartawan di London, didampingi Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Foto: dok. Setneg
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer bertemu di London, Inggris. Pertemuan tersebut berbuah kesepakatan resmi berupa kemitraan strategis baru antara Indonesia dan Inggris.
Dalam keterangannya di Lancaster House, London, Selasa (20/1), Prabowo mengatakan bahwa Inggris merupakan mitra penting dengan kekuatan di bidang teknologi dan keuangan.
"Kita memandang UK, Inggris sebagai sesuatu partner yang nanti bisa juga sangat berpartisipasi dalam ekonomi kita. Mereka punya teknologi, mereka punya keuangan finance yang sangat kuat, mereka berminat untuk investasi di Indonesia," ucapnya, mengutip laman resmi Setneg, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Agenda Presiden di Inggris dan Swiss, Bahas Kerja Sama Bilateral Hingga Isu Pelestarian Alam & Forum Ekonomi
Menurut Prabowo, kemitraan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperoleh manfaat dari transfer teknologi dan kemampuan keuangan Inggris. "Jadi saya kira partnership ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak," lanjutnya.
Dalam kerja sama strategis di bidang maritim, Presiden menyampaikan bahwa Inggris akan mendukung rencana Indonesia membangun sekira 1.500 kapal ikan, serta memperbaiki desa-desa nelayan.
Penguatan sektor maritim ini, menurut Presiden bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperbaiki konsumsi protein masyarakat.
Dalam keterangannya di Lancaster House, London, Selasa (20/1), Prabowo mengatakan bahwa Inggris merupakan mitra penting dengan kekuatan di bidang teknologi dan keuangan.
"Kita memandang UK, Inggris sebagai sesuatu partner yang nanti bisa juga sangat berpartisipasi dalam ekonomi kita. Mereka punya teknologi, mereka punya keuangan finance yang sangat kuat, mereka berminat untuk investasi di Indonesia," ucapnya, mengutip laman resmi Setneg, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Agenda Presiden di Inggris dan Swiss, Bahas Kerja Sama Bilateral Hingga Isu Pelestarian Alam & Forum Ekonomi
Menurut Prabowo, kemitraan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperoleh manfaat dari transfer teknologi dan kemampuan keuangan Inggris. "Jadi saya kira partnership ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak," lanjutnya.
Dalam kerja sama strategis di bidang maritim, Presiden menyampaikan bahwa Inggris akan mendukung rencana Indonesia membangun sekira 1.500 kapal ikan, serta memperbaiki desa-desa nelayan.
Penguatan sektor maritim ini, menurut Presiden bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperbaiki konsumsi protein masyarakat.