Mohammed Faris, Muslim Berpengaruh Dunia yang Dorong Ummat Produktif
Fajar adhitya
Selasa, 12 Oktober 2021 - 09:15 WIB
Mohammed Faris, muslim berpengaruh dunia. (Foto: Muslimproductiv).
Mohammed Faris merupakan satu dari 500 muslim berpengaruh di dunia. Dia menuliskan buku berjudul 'The Productive Muslim: Where Faith Meets Productivity'
Penulis sekaligus pembicara internasional di negara-negara muslim ini dinobatkan sebagai salah satu dari 500 muslim berpengaruh dunia tahun 2014 oleh The Royal Islamic Strategic Studies yang berpusat di Yordania.
Mohammed Faris juga pendiri ProductiveMuslim.com yang anda bisa nikmati video-video animasinya yang menginspirasi di youtube.
Buku ini lahir dari kegelisahan Mohammad Faris menyaksikan realitas dunia Islam saat ini yang masih bergelut dengan masalah internalnya dan belum mampu bangkit untuk memberikan kontribusi maksimal bagi peradaban manusia.
Padahal, nilai-nilai Islam yang universal harusnya dapat mendorong umat Islam tampil sebagai kontributor peradaban dan menjadi "khairu ummah". Namun yang terjadi malah ketertinggalan dalam banyak bidang dan konflik yang tak berkesudahan.
Dia menilai, produktivitas adalah salah satu indikator kemajuan sebuah bangsa. Jika rakyatnya produktif, bangsa itu akan maju dan berkembang.
Tidak tumbuhnya produktivitas di banyak negara muslim sebagian besarnya disebabkan oleh keyakinan-keyakinan (belief system) yang menghambat dan kontraproduktif.
Penulis sekaligus pembicara internasional di negara-negara muslim ini dinobatkan sebagai salah satu dari 500 muslim berpengaruh dunia tahun 2014 oleh The Royal Islamic Strategic Studies yang berpusat di Yordania.
Mohammed Faris juga pendiri ProductiveMuslim.com yang anda bisa nikmati video-video animasinya yang menginspirasi di youtube.
Buku ini lahir dari kegelisahan Mohammad Faris menyaksikan realitas dunia Islam saat ini yang masih bergelut dengan masalah internalnya dan belum mampu bangkit untuk memberikan kontribusi maksimal bagi peradaban manusia.
Padahal, nilai-nilai Islam yang universal harusnya dapat mendorong umat Islam tampil sebagai kontributor peradaban dan menjadi "khairu ummah". Namun yang terjadi malah ketertinggalan dalam banyak bidang dan konflik yang tak berkesudahan.
Dia menilai, produktivitas adalah salah satu indikator kemajuan sebuah bangsa. Jika rakyatnya produktif, bangsa itu akan maju dan berkembang.
Tidak tumbuhnya produktivitas di banyak negara muslim sebagian besarnya disebabkan oleh keyakinan-keyakinan (belief system) yang menghambat dan kontraproduktif.