MUI Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace Karena Dinilai Abaikan Palestina
LANGIT7.ID-Jakarta; Pemerintah Indonesia diminta segera meninjau ulang hingga menarik diri dari keanggotaan Board of Peace karena dinilai bertentangan dengan semangat pembelaan terhadap Palestina. Desakan tersebut disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memandang forum gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut sebagai bentuk neokolonialisme dan tidak berpihak pada keadilan.
Isu biaya keanggotaan dan struktur organisasi menjadi poin krusial yang disorot oleh Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis. Ia menganggap partisipasi Indonesia dalam forum yang juga beranggotakan Perdana Menteri Israel Netanyahu tersebut sebagai sebuah kejanggalan, mengingat status Israel sebagai pihak yang melakukan penjajahan.
"Indonesia bergabung dengan Board of Peace itu jelas tidak berpihak kepada Palestina," kata Waketum MUI KH Cholil Nafis dalam akun X pribadinya dikutip, Kamis (29/1/2026).
Kiai Cholil menjelaskan bahwa komposisi anggota Board of Peace sangat bermasalah karena tidak melibatkan negara Palestina sama sekali. Selain itu, ia menyayangkan adanya beban biaya bagi Indonesia untuk menjadi bagian dari forum tersebut.
"Karena dalam penggagas Trump dan anggotanya ada (Perdana Menteri Israel) Netanyahu yang jelas menjajah dan tidak ada negara Palestina," ujarnya.
Mengenai mekanisme pendanaan keanggotaan tersebut, pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini menyarankan agar Presiden RI Prabowo Subianto segera mengambil langkah tegas. "Anehnya lagi, Indonesia masih ditarik bayaran keanggotaan. Baiknya Pak Prabowo menarik diri aja," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, memberikan peringatan mengenai risiko legitimasi moral yang bisa muncul akibat keanggotaan ini. Ia menilai skema yang ditawarkan Trump merupakan "perdamaian semu" yang justru berpotensi mengukuhkan kolonisasi atas tanah Palestina.