home masjid

Nubuat Nabi tentang Perang Melawan Bangsa Ajam—Khuz dan Karman

Jum'at, 30 Januari 2026 - 17:00 WIB
Kajian ini mengajak kita merenung bahwa kiamat kecil sering kali berupa rangkaian peristiwa sejarah yang konkret. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID- Dalam narasi eskatologi Islam, wilayah timur Jazirah Arab sering kali digambarkan sebagai palagan bagi munculnya peristiwa-peristiwa besar yang mengubah garis waktu sejarah. Salah satu penanda mendekatnya hari akhir yang jarang dikaji secara mendalam adalah gesekan militer antara kaum muslimin dengan bangsa-bangsa dari kalangan Ajam, yakni bangsa non-Arab.

Awadh bin Ali bin Abdullah dalam Mukhtashar Asyraathus Saa’ah al-Shughra wa al-Kubra menyoroti peperangan dengan bangsa Khuz dan Karman sebagai variabel krusial dalam jam pasir kiamat.

Laporan yang diterbitkan melalui Maktab Dakwah Rabwah ini merujuk pada teks yang terekam dalam Shahih Al-Bukhari. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberikan koordinat etnis dan geografis yang sangat spesifik:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا خُوزًا وَكَرْمَانَ مِنَ الأَعَاجِمِ

Kiamat tidak akan terjadi sampai kalian memerangi bangsa Khuz dan bangsa Karman dari kalangan Ajam. Secara fisik, mereka dideskripsikan memiliki rupa yang identik dengan rumpun bangsa Asia Tengah: bermuka merah, berhidung pesek (futshul unuf), bermata sipit, dengan wajah lebar yang dianalogikan bagaikan tameng yang dilapisi kulit.

Satu ciri khas yang ditekankan adalah penggunaan sandal yang terbuat dari bulu, sebuah adaptasi terhadap lingkungan pegunungan atau stepa yang dingin.

Interpretasi Awadh bin Ali membawa kita pada pemetaan wilayah Khuzestan dan Kirman, daerah yang secara historis terletak di wilayah Persia (sekarang bagian dari Iran) dan sekitarnya. Khuz merujuk pada penduduk di daerah Khuzestan, sementara Karman merujuk pada penduduk Kirman di bagian timur.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya