home masjid

Tanda Kiamat Sudah Dekat: Lenyapnya Pelita di Ujung Zaman

Sabtu, 31 Januari 2026 - 05:15 WIB
Kebodohan bukan lagi sekadar ketiadaan akses informasi, melainkan sesuatu yang mapan, terstruktur, dan diakui secara luas.. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Dunia hari ini mungkin terlihat lebih bising dengan informasi, namun di balik hiruk-pikuk jagat digital, sebuah kekosongan besar sedang menganga. Dalam kacamata eskatologi Islam, kemajuan teknologi informasi tidak serta-merta berbanding lurus dengan tegaknya ilmu. Sebaliknya, sosiologi agama melihat adanya pola degradasi otoritas intelektual yang menjadi indikator kuat bagi sebuah transisi zaman.

Dalam literatur klasik yang kembali relevan hari ini, Mukhtashar Asyraathus Saa’ah al-Shughra wa al-Kubra karya ‘Awadh bin ‘Ali bin ‘Abdullah, fenomena ini tidak dilihat sebagai peristiwa kebetulan.

Ia menggarisbawahi bahwa salah satu lonceng peringatan kiamat yang paling nyaring adalah proses mekanis yang disebut sebagai diangkatnya ilmu. Ini bukan berarti buku-buku terbakar atau data digital terhapus, melainkan matinya substansi dan hilangnya para pemegang otoritasnya.

Laporan yang diterbitkan melalui Maktab Dakwah Rabwah ini merujuk pada sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu anhu:

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ

Artinya: Di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu dihilangkan dan kebodohan diteguhkan.

Narasi ini menyodorkan tesis yang tajam tentang kondisi sosial di mana kebodohan bukan lagi sekadar ketiadaan akses informasi, melainkan sesuatu yang mapan, terstruktur, dan diakui secara luas.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya