home masjid

Matinya Nurani Penguasa dan Munculnya Barisan Algojo Penindas Akhir Zaman

Sabtu, 31 Januari 2026 - 04:15 WIB
Amanat untuk menjaga manusia telah ditukar dengan loyalitas buta pada penindas. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Dalam catatan sejarah kekuasaan, kekerasan sering kali menjadi instrumen terakhir bagi rezim yang kehilangan legitimasi moral. Namun, dalam diskursus eskatologi Islam, fenomena munculnya pasukan pendukung kezhaliman bukan sekadar dinamika politik praktis, melainkan sebuah pertanda kosmik yang telah dinubuatkan berabad-abad silam. Fenomena ini menggambarkan sebuah masa di mana tangan-tangan kekuasaan tidak lagi berfungsi melindungi, melainkan menindas dengan dingin.

‘Awadh bin ‘Ali bin ‘Abdullah dalam Mukhtashar Asyraathus Saa’ah al-Shughra wa al-Kubramembedah realitas ini sebagai salah satu tanda kecil kiamat yang sangat relevan dengan potret aparat penegak ketidakadilan di berbagai belahan dunia. Dalam karya yang diterjemahkan oleh Muh. Khairuddin Rendusara dan diterbitkan melalui IslamHouse pada 2009 ini, ditekankan bahwa salah satu ciri akhir zaman adalah normalisasi kekerasan oleh kelompok-kelompok tertentu yang menjadi kaki tangan penguasa zhalim.

Dasar dari analisis ini berhulu pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا : قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ

Artinya: Dua kelompok manusia penghuni neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu golongan orang-orang yang membawa cemeti seperti buntut sapi, mereka memukuli manusia dengannya.

Penggambaran cemeti seperti buntut sapi dalam teks tersebut secara interpretatif dapat dimaknai sebagai alat-alat pemukul, senjata, atau instrumen kekerasan modern yang digunakan untuk meredam rakyat dan memaksakan kehendak zhalim.

Rutinitas dalam Laknat
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya